Content

Showing posts with label HUKUM. Show all posts
Showing posts with label HUKUM. Show all posts

Supir ngantuk.mobil kejar pagar rumah

Friday, July 19, 2013 0 comments

Mobil yg bernomor polisi Z 1759 YB. Menabrak salh satu pagar pembatas rumah didaerah nyimplung. Jln R.A Kartini Km 3 Subang. Kecelakan  ini terjadi karena supir yang mengendarai mobil mengantuk. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Kecelakan yang terjadi sontak membuat warga kaget. Dan sempat histeris salah satu warga yang merupakan pemilik rumah. Yang pagar rumahnya ditabral mobil.
Jum' at 19/7/2013 pukul 15;50 wib
LN

Read more »

Rangkap Jabatan SBY Cederai Kedaulatan Rakyat Adnan Buyung Nasution. TEMPO/Aditia Noviansyah

Wednesday, April 3, 2013 0 comments

Rangkap Jabatan SBY Cederai Kedaulatan Rakyat
Adnan Buyung Nasution. TEMPO/Aditia Noviansyah

Jabatan SBY Cederai Kedaulatan Rakyat

TEMPO.CO, Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap telah melanggar etika politik dengan memangku jabatan rangkap sebagai presiden sekaligus ketua umum partai politik. Hal ini diungkapkan dalam pernyataan sikap dari Constitution Centre Adnan Buyung Nasution (Concern ABN) di kantornya, Jalan Sampit I No 56, Jakarta Selatan, Rabu, 3 April 2013. "Ini sudah mencederai kedaulatan rakyat," ujar salah satu panelis, Laica Marzuki.

Dalam pernyataan sikapnya, Concern ABN menyesalkan sikap SBY yang bersedia merangkap jabatannya. "Apa pun alasannya, SBY telah mementingkan kepentingan partai di atas kepentingan rakyat," kata Ray Rangkuti saat membacakan pernyataan sikap. Concern ABN menilai, perlu ada pengaturan rangkap jabatan bagi seorang presiden ataupun wakil presiden.

Meskipun rangkap jabatan belum diatur dalam undang-undang, Concern ABN menganggap SBY gagal memahami prinsip demokrasi yang ada di Indonesia. Ray menyebutkan, di atas hukum positif, ada prinsip moral dan etika yang derajatnya lebih tinggi dari hukum positif. "Jangan mentang-mentang enggak melanggar undang-undang, terus dianggap tidak ada implikasinya," kata Ray. "Seolah pasalnya yang paling penting, padahal pelanggaran prinsip ini yang melecehkan rakyat," kata dia.

Pengacara senior Adnan Buyung Nasution menegaskan, SBY memiliki hak asasi untuk menolak saat akan ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Dalam hal ini, Buyung menilai Presiden gagal mempertahankan sikap. Buyung kemudian menjelaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada pernyataan sikap saja. Ia akan terus mengkaji adakah celah hukum yang dapat dibawa ke Mahkamah Konstitusi. "Yang penting sekarang warning dulu. Rakyat harus tahu dulu," kata Buyung yang juga mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Bukan hanya itu saja. Ray menambahkan, SBY memperparah kondisi karena saat diangkat menjadi ketua umum, dirinya tidak langsung melepaskan jabatan lainnya. Saat ini, dalam partai politik, SBY juga masih menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Ketua Majelis Tinggi, dan Ketua Dewan Pembina. SBY juga disebut melakukan nepotisme karena anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang menjabat sebagai sekretaris jenderal dalam Partai Demokrat. "Sikap politik SBY lebih parah dari zaman Orde Baru Soeharto," kata Ray menjelaskan.

Ray kemudian menegaskan, dengan pernyataan SBY yang menyatakan pihaknya siap menerima berbagai kritik demi menyelamatkan partai, hal tersebut menunjukkan kegagalannya mempertahankan loyalitas terhadap negara. "Seolah menyelamatkan partai itu adalah jalan untuk menyelamatkan NKRI, kan, terbalik," kata Ray.

Concern ABN memberi rekomendasi kepada DPR untuk mempelajari hal ini. "DPR bisa mengusulkan ke Mahkamah Konstitusi, agar dipelajari apakah hal seperti ini (rangkap jabatan) bisa dibenarkan atau tidak," kata Adnan.
Read more »

Usut Sprindik Anas, KPK Terjebak Pemberitaan?

0 comments

Usut Sprindik Anas, KPK Terjebak Pemberitaan?  
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menyayangkan proses penyelidikan yang dilakukan Komite Etik KPK. Menurut dia, Komisi harusnya fokus pada penuntasan kasus Hambalang, bukan isu bocornya surat perintah penyidikan (sprindik).

"KPK harusnya tidak terjebak pemberitaan soal sprindik," kata Adhyaksa kepada Tempo di kampus FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Rabu, 3 April 2013. Isu sprindik berpotensi mengalihkan pengusutan kasus Hambalang.

"Harusnya KPK fokus pada esensi kasus, bukan sprindiknya," ujar Adhyaksa. Menurut dia, sprindik bukan dokumen rahasia yang harus dipersoalkan. "Kalau bocor, ya sudah. Tidak perlu dipermasalahkan."

Adhyaksa menilai isu sprindik rawan dimanfaatkan berbagai pihak untuk memecah-belah kepemimpinan KPK. "Isu tersebut rawan digunakan untuk pelemahan KPK," ujar Adhyaksa. Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi soal isu sprindik. "Karena bisa mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pimpinan KPK." (Baca: Diberi Sanksi, Abraham Diminta Tak Kecil Hati dan Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK)
Read more »

Djoko Susilo Segera Diadili

0 comments
Djoko Susilo Segera Diadili
Dirlantas Polri Irjen Djoko Susilo. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus korupsi pengadaan simulator mengemudi dan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka bekas Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo hari ini resmi dilimpahkan ke tahap penuntutan. Berkas Djoko rencananya akan segera diserahkan ke pengadilan maksimal dalam waktu dua pekan.

"Maksimal dalam waktu empat belas hari berkas penuntutan sudah bisa diserahkan ke pengadilan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi S.P di kantor KPK di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 1 April 2013. Berkas ini merupakan gabungan dari dua kasus yang menjerat Djoko Susilo, yaitu korupsi proyek simulator Korlantas Polri dan tindak pidana pencucian uang.

"Berdasarkan hitungan kerugian negara, kasus simulator mengemudi diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 120 miliar," ujar Johan. Sementara itu, nilai aset yang sudah disita oleh KPK mencapai Rp 70 miliar. "Itu belum termasuk rekening DS yang belum dihitung jumlahnya," kata Johan. Seluruh rekening tersebut sudah dibekukan oleh KPK.

"Sudah resmi dinyatakan P21 (lengkap)," kata kuasa hukum Djoko, Tommy Sihotang kepada Tempo. Menurut dia, Djoko akan menjalani persidangan langsung untuk dua perkara. "Berkas perkaranya disatukan, antara kasus simulator dengan tindak pidana pencucian uang. Artinya dakwaannya disatukan." ujar Tommy.

Tim kuasa hukum, lanjut Tommy, akan menyusun pembuktian soal aset-aset mana saja yang terkait dengan aset kasus simulator mengemudi. "Itu yang akan kami buktikan di persidangan," kata Tommy. Tim kuasa hukum akan menyiapkan bukti kepemilikan sejumlah aset Djoko yang tidak terkait dengan simulator namun tetap disita KPK.

KPK sudah menyita lebih dari 25 aset bekas Gubernur Akademi Kepolisian itu. Harta benda Djoko tersebar di Jakarta, Solo, Yogyakarta, Semarang, Subang dan Bali. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari rumah, tanah, mobil, SPBU hingga bus berabagai ukuran. KPK beralasan penyitaan aset ini untuk memastikan tidak ada perpindahan kepemilikan aset Djoko Susilo.
Read more »

Kasus Cebongan, Senjata Kopassus Akan Diperiksa

0 comments

Kasus Cebongan, Senjata Kopassus Akan Diperiksa  
Gedung Lapas Kelas II B Cebongan. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjamin tim investigasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat akan memeriksa semua senjata api di beberapa markas. Termasuk senapan dan pistol milik personel Komando Daerah Militer IV Diponegoro dan Komando Pasukan Khusus di Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. "Semua diperiksa. Itu sudah pasti," kata Purnomo di kantor Kementerian Informasi, Selasa, 2 April 2013.

Tim investigasi TNI Angkatan Darat, menurut Purnomo, akan menunggu hasil uji balistik Markas Besar Kepolisian. Menurut dia, tim yang dipimpin oleh Wakil Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono, itu sudah berkoordinasi dengan Kepolisian. Tim ini juga akan bekerja sama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Purnomo enggan memberi tahu perkembangan penelusuran tim investigasi. "Harapan kami, kerja tiga tim itu akan berujung pada satu kesimpulan.” Sebelumnya, juru bicara Markas Besar Kepolisian, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan, tim laboratorium forensik sudah menyelesaikan uji balistik. Tapi Boy enggan membeberkannya dengan alasan kepentingan penyelidikan.

Sabtu dinihari dua pekan lalu, Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, disatroni belasan orang bersenjata senapan laras panjang, pistol, dan granat. Mereka menerobos gerbang penjara, menahan sipir, dan menembak mati empat tahanan. Keempatnya adalah tersangka pertikaian di Hugo’s Cafe, Sleman, 19 Maret lalu, yang menewaskan Sersan Satu Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus.

Di sel 5A, yang menjadi lokasi penembakan, ditemukan 20 proyektil dan 31 selongsong peluru kaliber 7,62 milimeter. Peluru itu diduga berasal dari senjata AK-47. Sumber Tempo yang berada di lokasi kejadian mengaku melihat ada pelaku penyerangan menggunakan FN Five-seveN, pistol yang digunakan pasukan elite di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Tapi, juru bicara kepolisian Yogyakarta, Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, mengatakan, soal adanya kemungkinan penggunaan FN 57 harus menunggu hasil uji balistik. (Lihat: Penyerang LP Sleman Diduga Pakai Pistol Pasukan Elite)

Jumat pekan lalu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengatakan, institusinya telah membentuk tim investigasi terkait dengan penyerbuan di Cebongan. Menurut Pramono, tim yang dibentuk berdasarkan perintah Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono itu akan menelusuri dugaan keterlibatan personel TNI Angkatan Darat. “Hasil temuan sementara tim investigasi bentukan kepolisian memperlihatkan adanya keterlibatan atau peran oknum TNI Angkatan Darat yang bertugas di Jawa Tengah,” kata Pramono. Cek info seputar serangan profesional di penjara Cebongan, Sleman, di sini.
Read more »

Negara Rugi Rp121 M karena Korupsi Djoko Susilo

Monday, April 1, 2013 0 comments
JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kerugian negara akibat korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) mencapai ratusan miliar rupiah.

"Info terbaru dugaan nilai kerugiaan pengadaan simulator itu Rp 121 miliar," kata Juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2013).

Hari ini, KPK menyatakan telah melimpahkan berkas dugaan korupsi Simulator dengan tersangka Inspektur Jenderal Djoko Susilo ke penuntutan.
Johan Budi menyatakan dalam waktu maksimal 14 hari, Djoko Susilo sudah bisa disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. "Bahwa kasus pengadaan Simulator dengan tersangka DS hari ini penyerahan tahap dua. Berkas sudah dilimpahkan ke penuntutan," terang Johan.

Hingga saat ini, KPK sudah menyita 40-an aser Djok Susilo dengan nilai Rp70 miliar lebih. Aset itu meliputi harta bergerak dan harta tidak bergerak Djoko.

Menurut Johan Budi, hingga saat ini KPK sudah tidak lagi melakukan penyitaan aset Djoko. " Jadi pas terakhir mengumumkan itu tidak ada penyitaan lagi," ungkap Johan.
Read more »

Wakepsek Cabul Akan Diperiksa Sebagai Tersangka

0 comments
JAKARTA - Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMA 22 Matraman, Jakarta Timur, T, dalam pekan ini akan diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus pencabulan terhadap anak didiknya, MA (17).
ilustrasi
ilustrasi

"Minggu ini (T) dipanggil sebagai tersangka, sambil melengkapi alat bukti," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/4/2013).

Peningkatan status tersangka terhadap T, kata Rikwanto, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik polisi dengan penyidik Kejaksaan. "Hasilnya sudah disimpulkan dan dikuatkan dengan bukti-bukti yang ada," tuturnya.

Selain MA, lanjut Rikwanto, penyidik akan meminta keterangan dari alumni SMA 22, TI yang diduga juga menjadi korban kebiadaban aksi Wakepsek itu.

"Untuk yang itu (IT) dalam pengembangan. Kita fokuskan kasus yang dilaporkan dan lainnya sebagai pendukung saja," pungkasnya.
Read more »

Tetangga Tak Percaya Winda Tewas Setengah Bugil

Sunday, March 31, 2013 0 comments
Tetangga Tak Percaya Winda Tewas Setengah Bugil
Kompas.com/Robertus Belarminus
Mobil Toyota Camry bernomor polisi B 1596 KV yang mengalami kecelakaan di Tol TB Simatupang kilometer 25+400 arah timur Pasar Minggu, Sabtu sekitar pukul 04.00 WIB. Dua orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

JAKARTA,  - Tetangga Winda Anggraini (25), salah satu korban tewas dalam kecelakaan tunggal Toyota Camry B 1596 KV, tak percaya dengan kabar kondisi Winda saat ditemukan. Selain tewas bersama teman pria yang sudah beristri, Winda ditemukan hanya bercelana jins, bertelanjang dada.
"Warga enggak percaya dia meninggal dengan kondisi seperti itu, apalagi katanya ada narkoba di mobilnya," tutur Udin (62), ketua RW 09, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (30/3/2013). Winda adalah warga Jalan Pedati Timur Dalam, RT 04/09, Kelurahan Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur
Seperti diberitakan, Winda tewas setelah mobil Camry yang ditumpanginya bersama Yasir Lutfi Marfadi (30) yang juga tewas, menabrak pagar pembatas Tol Lingkar Luar Jakarta, tepatnya di Tol TB Simatupang, Sabtu (30/3/2013) pagi. Dalam mobil nahas itu, ditemukan sebotol minuman keras, enam paket sabu dan peralatan untuk menggunakannya, 29 butir obat penenang, obat pereda nyeri, dan dua sangkur.
Udin mengatakan warga juga tidak percaya, ketika dikabarkan Winda ditemukan setengah bugil. Sebab, kata dia, keluarga Winda tergolong religius. Bahkan ayah Winda, Djasman (62), adalah salah satu tokoh masyarakat setempat.
Selain pernah beberapa kali menjadi Ketua RT, Djasman juga pernah menjadi Dewan Kelurahan Rawabunga. Ayah Winda ini pun dikenal cukup aktif sebagai anggota kemasyarakatan keagamaan tertentu.
Komentar senada pun disampaikan Rohman (48), tetangga lain Winda. Menurut dia, orang tua Winda adalah tokoh masyarakat dan panutan warag. "Jadi, kami tak menyangka Winda seperti itu, apalagi terkait narkoba," ucap Rohman.  (Budi Sam Law Malau)

KOMPAS.com
Read more »

Diduga Curang saat Pilkades, Rumah Tim Sukses Dibakar

Friday, March 29, 2013 0 comments

Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran
PALOPO- Sebuah rumah warga di Desa Tanarigella, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, rata dengan tanah setelah dibakar orang tak dikenal.

Beruntung pemilik rumah selamat, namun seluruh harta benda musnah terbakar. Pembakaran rumah itu diduga terkait dengan pemilihan kepada desa (Pilkades) yang dilaksanakan pada Kamis, 28 Maret lalu.

Rumah itu diketahui milik Jamal, seorang pegawai honorer di Dinas Perhubungan Luwu yang juga merupakan tim sukses salah satu calon kepala desa bernama Aksan.

Kebakaran rumah itu diduga terkait dengan pemilihan kepala desa yang telah berlangsung kemarin. Kebakaran sendiri terjadi pada Jumat (29/3/2013) sekira pukul 24.00 wita.

Saat itu istri korban, Hayang, baru pulang dari Polsek Bua menjenguk suaminya yang sedang diperiksa dan berencana ingin pergi ke rumah orangtuanya yang juga di Desa Tanarigella.

Hayang mengaku sempat melihat dua orang pelaku pembakaran rumahnya, namun karena malam dan jaraknya agak jauh dia tidak mengenali wajah para pelaku.

Jamal sendiri diperiksa di kantor polisi karena dituduh melakukan kecurangan pada saat pemilihan kepala desa. Jamal selaku tim pemenangan Aksan, ternyata mendatangkan seorang joki pemilih yang  bukan warga desa.

Hal tersebut membuat dua calon kepala desa lainnya marah, sehingga Jamal dan joki tersebut pun dibawa ke Mapolsek Bua.

Dalam Pilkades Tanarigella pada 28 maret lalu yang dimenangkan oleh Aksan mengalahkan dua calon lainnya yakni Syarif dan Nahar. Oleh karena itu adik korban, Irwan, menilai, pembakaran tersebut erat kaitannya dengan hasil pilkades.

Dia menduga, pelaku pembakaran rumah dari kelompok calon yang kalah, dan dia meminta aparat polisi secepatnya menangkap pelaku pembakaran


Read more »

Aksi :!!!Mak Yani Diduga Jadi Otak Pengeroyokan Kapolsek

0 comments
SIMALUNGUN- Polisi telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka penganiaya Kapolsek Dolok Pardamean, simalungun, AKP Andar Siahaan. Dari 21 orang tersebut, terdapat satu orang wanita bernama Tamaria boru Aruan.
Ilustrasi (Foto: dok Okezone)
Perempuan yang akrab disapa Mak Yani itu, juga diduga sebagai otak pengeroyokan Kapolsek. Tamaria merupakan istri dari Yani Sumbayak, bandar judi yang menjadi incaran polisi. Saat kejadian, Andar bersama tiga anak buahnya hendak menggerebek Yani Sumbayak di rumahnya. Namun, Andar justru diteriaki maling oleh Tamaria. Akibatnya, Andar tewas dikeroyok warga.

Warga yang ikut memukuli Andar, terprovokasi oleh teriakan Tamaria hingga akhirnya menghujani Andar dengan pukulan, lemparan batu dan kayu.
Kini, Tamaria, telah dipindahkan ke Mapolda Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus pemukulan itu. Dia mendapat pengawalan ketat sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap. Saat akan dikonfirmasi, istri tersangka Yani Sumbayak, pelaku judi yang saat ini masih buron terlihat tertunduk diam.

 “Para tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan tewasnya AKP Andar Siahaan,” kata Kapolres Simalungun, AKBP Andi Syariful Taufiq, Jumat (29/3/2013).
Read more »

Kasad Akan Tindak Oknum TNI yang Terlibat Penyerangan LP Cebongan

0 comments

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo berjanji akan menindak tegas oknum anggota TNI jika memang terbukti terlibat dalam penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

"Saya berjanji siapa yang salah saya hukum, siapa yang benar saya bela," kata Pramono kepada wartawan, di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2013).

Menurutnya, negara Indonesia merupakan negara hukum, sehingga siapapun yang bersalah harus mengikuti aturan yang berlaku. Saat ditanya sampai kapan tim investigasi TNI AD bekerja, Pramono menegaskan tidak ada batas waktu dalam investigasi kasus ini.

"Kami akan menginvestigasi dengan cepat dan selengkapnya. Selain itu, hasil kami mengadakan investigasi juga bisa diikuti di Dinas Penerangan AD," ujarnya.

Dikatakannya, tim investigasi ini juga akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan tim dari kepolisian. Sehingga, nantinya tidak terjadi salah komunikasi. "Percayakan kami, awasi kami, dan jika minta info koordinasikan kepada kami," tegasnya.
Read more »

Kapolsek Tewas Dikeroyok karena Tak Pakai Seragam Polisi

Thursday, March 28, 2013 0 comments
Ilustrasi (Foto: okezone)
Ilustrasi (Foto: okezone)
JAKARTA - Polri menyatakan, saat melakukan penggerebekan judi di Desa Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamen, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan tidak memakai seragam dinas polisi. 

"Saat menangkap, kapolsek tidak menggunakan seragam. Karena sudah pukul 21.30 Wib," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Agus Rianto di Gedung Humas Polri, Jakarta, Kamis (28/3/2013).

Namun, Agus menerangkan, pihaknya sudah melakukan prosedur tetap (Protap), yang selalu dilakukan setiap anggota polri dan selalu ditekankan pimpinan.

Sehingga, sebelum melakukan tugas, polisi terlebih dahulu harus menginformasikan kepada masyarakat bahwa mereka dari Kepolisian dan akan melaksanakan tugas penegakan hukum.

"Demikian juga dengan peristiwa kemarin. Anggota sudah melakukan tembakan peringatan. Kapolsek juga sempat melaporkan kejadian kepada kapolres terkait penangkapan pelaku perjudian," kata Agus

"Artinya, prosedur sudah dilaksanakan. Kami msh melakukan pendalaman, karena kami tetap melakukan evaluasi," pungkasnya.
Read more »

Eyang Subur Laporkan Adi Bing Slamet ke Mabes Polri, Siang Ini

Wednesday, March 27, 2013 0 comments
Eyang Subur (foto: Edi Hidayat/Okezone)
Eyang Subur (foto: Edi Hidayat/Okezone)

JAKARTA – Eyang Subur sepertinya sudah sedikit gerah dengan aksi Adi Bing Slamet. Eyang akan melaporkan bekas penyanyi cilik itu ke Mabes Polri, siang ini.

Melalui status Blackberry Messenger kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah, mengungkapkan dia akan datang ke Mabes Polri sekira pukul 12.00 WIB. Namun saat Okezone mengkonfirmasi kepada Ramdan, apakah kedatangannya berkaitan dengan tuduhan Adi Bing Slamet, dia hanya menjawab singkat.

“Di Mabes saja, jam 12.00 WIB,” tulis Ramdan kepada Okezone, Rabu (27/3/2013).

Sementara itu, sejak kemarin pihak Adi Bing Slamet dan beberapa orang yang mengaku korban dari Eyang Subur terus membuka aib bekas guru spiritual mereka. Bahkan, Adi sempat mengancam akan mendatangi Subur bersama ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) bila Subur masih enggan muncul ke publik.

Seperti diketahui, sejak kasusnya terkuak, Eyang Subur belum pernah menunjukkan diri. Namun, anggota Srimulat membantah Eyang Subur melakukan santet seperti tudingan Adi cs selama ini. Adi pun mengaku prihatin dengan teman-temannya yang masih membela Eyang Subur.(gal)
Read more »

Mantap Kasus pemerkosaan massal Delhi 2012

Monday, March 25, 2013 0 comments
Sebuah kasus pemerkosaan massal (gang rape) di Delhi terjadi pada penghujung tahun 2012. Seorang pelajar magang fisioterapi perempuan[2] dipukuli dan diperkosa sekelompok orang di Delhi, India pada tanggal 16 Desember 2012, dan meninggal tiga belas hari kemudian saat menjalani perawatan gawat darurat lanjutan di Singapura karena kerusakan otak dan pencernaan akibat serangan yang terjadi. Sepulang menonton film pada sore hari di Delhi Selatan, perempuan tersebut dan teman laki-lakinya menaiki sebuah bus yang telah dibajak, yang disangka pasangan itu adalah bus umum.[3] Para penumpang lainnya adalah lima orang laki-laki yang merupakan teman pengemudi bus.[3] Keenam orang tersebut, yang termasuk si pengemudi, telah ditangkap dan didakwa atas serangan yang telah dilakukan itu.
Perempuan yang menjadi korban itu kemudian mendapat perawatan di Rumah Sakit Safdarjang dan menjalani beberapa pembedahan, serta dipasangi alat ventilasi mekanik. Pada tanggal 26 Desember, ia dipindahkan ke Singapura untuk perawatan yang lebih lanjut, di mana ia kemudian meninggal pada tanggal 29 Desember.
Peristiwa ini mendapat liputan secara internasional dan Badan PBB untuk Kesetaraan Jender dan Pemberdayaan Perempuan mengutuk kejadian itu, dan menyerukan kepada Pemerintah India dan Pemerintah Delhi "agar melakukan semuanya yang dapat dilakukan untuk terjadinya reformasi yang radikal, memastikan terciptanya keadilan, dan menyebarkannya melalui pelayanan publik yang bersungguh-sungguh untuk membuat kehidupan perempuan lebih aman dan terjamin".[4] Protes besar-besaran berlangsung di Delhi, di mana ribuan pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan. Protes serupa juga terjadi di kota-kota besar di seantero India.2012 Silent Protest at India Gate.jpg
Read more »

Aksi Bejat Pemerkosaan Masal Warga Keturunan Tionghoa

0 comments

Pemerkosaan Masal Warga Keturunan Tionghoa
Ciri-ciri pelaku pemerkosaan massal : (1) Terlebih dahulu melakukan pembakaran ban, (2) Para pelaku sudah terlatih, (3) Sebagian pelaku berpakaian seragam SMU, (4) Perkosaan dilakukan secara terencana dan sistematis, (5) Dilakukan secara bersamaan diterbagai tempat (kasus terbanyak di Jakarta Barat dan Utara), (6) Setelah memperkosa kemudian membakar dan menjarah korban, (7) Satu pemerkosaan dilakukan 3 hingga 10 orang, (8) Usai memperkosa pelaku meneriakkan yel-yel anti Cina. (9) Pemerkosa tidak kenal dengan korban. 



Kasus perkosaan warga keturunan saat kerusuhan, pertengahan Mei lalu, di Jakarta dan Solo, bukan tindak kriminal biasa. Perkosaan ini sangat terencana, sistematis dan sarat dengan muatan politik. Setidaknya inilah kesimpulan sementara beberapa organisasi perempuan, diantaranya: Masyarakat Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Kalyana Mitra, Mitra Perempuan, Koalisi Perempuan, dan Dharma Wanita.
168 kasus perkosaan terhadap warga keturunan Tionghoa terjadi saat kerusuhan Mei lalu - dua puluh diantara korban itu tewas karena terperangkap api dan dibunuh - dilakukan oleh kelompok (yang tidak menginginkan perubahan) tertentu yang terlatih. Mereka sengaja melakukan itu agar muncul tuduhan bahwa aksi massa yang menuntut reformasi telah cacat oleh kasus perkosaan. Bahkan tidak menutup kemungkinan masih satu paket dengan peristiwa penculikan dan penembakan di Universitas Trisakti.
Tim relawan membuktikan, perkosaan itu tidak dilakukan oleh orang awam karena kebencian terhadap warga keturunan. Apalagi karena kesenjangan sosial. Perkosaan itu semata-mata dilakukan untuk merusak citra gerakan yang menginginkan perubahan.
Teror mental seperti ini sangat efektif untuk meredam gerakan-gerakan yang ingin melakukan perubahan, seperti yang terjadi di Timor-Timur, Aceh dan Irian. juga pernah terjadi di Timor-Timur, Aceh dan Irian.
Siapa yang melakukan perbuatan biadab ini ? adalah jawaban yang harus diungkapkan. Karena masalah perkosaan warga keturunan ini tidak akan selesai begitu saja jika pemerintah tidak berhasil menyelesaikannya dan mengupayakannya agar menjadi kejadian yang terakhir dan tidak akan terulang kembali. Ia akan menjadi kenangan buruk dan menjadi dendam kesumat yang berkepanjangan jika para pemerkosa ini dibiarkan bergentayangan.
Sesungguhnya derita yang teramat perih yang ditanggung oleh korban perkosaan massal adalah derita bangsa. Dan betapa kekerasan yang ditimbulkan oleh sara selalu membawa dampak yang menghancurkan.
Read more »

Anas: Ternyata benar ada kudeta berdarah di Sleman

Saturday, March 23, 2013 0 comments
Anas: Ternyata benar ada kudeta berdarah di Sleman
Setelah menjadi tersangka dan lengser dari ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kerap bersuara media sosial. Status BlackBerry Messenger (BBM) Anas pun kerap dipakai buat menyalurkan unek-uneknya.
Seperti yang dia lakukan sore ini, Sabtu (23/3), saat meng-update status BBM-nya. "Ternyata Benar : Ada Kudeta Berdarah di Sleman," demikian status BBM Anas, dengan display picture yang masih sama: Yudhistira, tokoh pewayangan.
Lewat status itu, Anas seperti sedang mengaitkan isu kudeta yang ramai di media dengan insiden penembakan empat tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, DIY, dini hari tadi.
Lewat akun Twitter-nya, Anas juga berkicau soal insiden berdarah yang menewaskan empat orang tersangka penganiayaan Sertu Santoso, anggota Kopassus. "Apalagi setelah kantor polisi dan Lapas? #tanyatetangga," kicau Anas.
Seperti diberitakan, empat tahanan tewas dan dua orang sipir Lapas Cebongan, Sleman, DIY, terluka setelah diserang belasan orang tak dikenal. Korban tewas Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi dan Johan merupakan pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Kopassus, Sertu Santoso (31) di Hugo's Cafe, Kota Yogyakarta, Selasa (19/3).
http://www.merdeka.com
Read more »

Polisi: Warga Padang Lawas ditembak karena serang petugas

0 comments
Delapan warga mengalami luka tembak akibat bentrok dengan polisi di Polsek Barumun Tengah, Sementara, 20 warga lainnya ditangkap.

Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Iwan Hari Sugiarto membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa penembakan itu dipicu karena warga menyerang petugas dan merusak kantor Polsek Barumun Tengah.
Polisi: Warga Padang Lawas ditembak karena serang petugas

Namun, Iwan mengaku belum mengetahui jumlah korban dari bentrokan itu. "Masih kita selidiki," katanya, Sabtu (23/3).

Menurut Yusuf, penangkapan terhadap tiga tokoh masyarakat dipicu persoalan lahan tanah ulayat seluas 2.500 Hektare yang diperjuangkan warga empat desa, yaitu Desa Aek Buaton, Hutabargot, Desa Sidongdong, Desa Batu Sundung sejak tahun 1998.

Lahan itu juga diklaim seorang anggota DPRD yang kemudian menjadikannya perkebunan kelapa sawit dan menjualnya. "Kepala desa, pemuka, dan warga sepakat mengambil lahan ulayat itu, karena tidak ada penyelesaiannya. Warga menggarapnya, kemudian berujung pada penangkapan tiga tokoh masyarakat itu," jelasnya.

Sebelumnya, Yusuf Nasution, kuasa hukum warga, memaparkan, penembakan terjadi saat ratusan warga mendatangi Polsek Barumun Tengah. Mereka ingin mempertanyakan penangkapan tiga tokoh masyarakat pada dini hari tadi.

"Belum sampai masuk ke halaman polsek, warga langsung ditembaki," katanya.
[dan]
Reporter : Yan Muhardiansyah
http://www.merdeka.com
Read more »

Penangkapan Hakim ST Berlangsung di Ruang Kerjanya

Friday, March 22, 2013 0 comments
Penangkapan Hakim ST Berlangsung di Ruang Kerjanya
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tejocahyono (tengah) digiring petugas keamanan saat tiba digedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, (22/3). TEMPO/Dhemas Reviyanto
TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi S.P., mengatakan proses penangkapan terhadap salah satu pimpinan Pengadilan Negeri Bandung yang berinisial ST berlangsung di ruang kerjanya. Bersama ST, seseorang berinisial A, yang diduga sebagai penyuap, ikut ditahan. "Ketika penangkapan dilakukan ditemukan barang bukti berupa uang," kata Johan saat konfrensi pers, Jumat, 22 Maret 2013.

Johan belum bisa menyebutkan berupa jumlah uang tersebut. "Jumah uangnya masih dihitung. Jadi, belum bisa disampaikan secara persis," ujar dia. Namun, seorang sumber mengatakan uang yang disita KPK Rp 150 juta. Baik ST dan A langsung diangkut ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di gedung KPK di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Penangkapan terkait dengan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung atas kasus korupsi dana bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung senilai Rp 66,6 miliar.  Peran ST dalam proses sidang ini adalah sebagai ketua majelis pengadilan, yang memutus perkara suap bantuan sosial pada 17 Desember 2012.

Wakil Ketua Komisi Busyro Muqodas menjelaskan penangkapan itu berkaitan dengan kasus bantuan sosial "Dugaan suap bansos di Bandung," kata Busyro. Dalam kasus ini terdapat tujuh terdakwa, yang divonis 1 tahun penjara. Padahal, tuntutan jaksa saat itu antara antara 3-4 tahun bui.

Kasus ini disidangkan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Setyabudi Tejocahyono. Tujuh terdakwa berasal dari pemerintah kota, yaitu  Rohman, Firman Himawan, Janos Septadi, Lutfan Barkah, Uus Ruslan, Havid Kurnia, dan Ahmad Maulana.

Penangkapan terhadap hakim yang diduga menerima suap tidak hanya kali ini saja terjadi.
Sejumlah hakim dari berbagai daerah ditangkap KPK lantaran ketahuan mendapat suap. Di antara hakim yang ditangkap sudah ada yang divonis penjara.

NUR ALFIYAH
Read more »

Kasus perkosaan oleh 6 pria di dalam bus guncang India

0 comments

Reporter : Ardini MaharaniKasus perkosaan oleh 6 pria di dalam bus guncang India

Pemerkosaan dilakukan sekelompok pria pada seorang mahasiswi di atas bus di Ibu Kota New Delhi, India, telah memicu kemarahan warga Negeri Hindustan itu. Ribuan orang berdemonstrasi menuntut pelakunya dihukum setimpal.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Sabtu (22/12), pengunjuk rasa bentrok dengan polisi saat mencoba mendekati gedung pemerintah, dekat monumen India Gate. Mereka melempar batu ke arah aparat dan dibalas dengan meriam air serta gas air mata.

Para demonstran berteriak meminta keadilan. Mereka mengklaim banyak pemerkosaan terjadi di India namun tidak pernah ada penyelesaiannya.

Kebejatan terjadi seminggu lalu itu menyebabkan orang-orang menggelar pawai turun ke jalan dan banyak diikuti perempuan. Kemarin ratusan pegiat membawa poster gantung pemerkosa dan hentikan kekerasan pada perempuan. Mereka menutup jalan-jalan di New Delhi dan berbaris ke arah istana Presiden Pranab Mukherjee. Peristiwa ini memaksa pihak berwajib memberikan peraturan keamanan bagi kaum hawa negara itu.

Awal mula perbuatan keji tersebut, sekelompok lelaki mabuk naik ke sebuah bus dan melihat seorang mahasiswi, 23 tahun, dan pacarnya, 28 tahun. Dengan brutal keenam pelaku memperkosa perempuan itu bergiliran, sementara lelaki pasangannya dipukuli. Lepas melampiaskan nafsu, pelaku melempar keduanya dari dalam bus. Sang perempuan mengalami cedera serius.

New Delhi mempunyai jumlah kejahatan seks tertinggi dibanding kota lain di India. Tiap 14 jam terjadi penyerangan seksual dan menyisakan trauma pada korbannya.

Pemerintah India berjanji bakal menghukum seumur hidup bagi pelakunya. Lima dari tersangka langsung ditangkap beberapa jam setelah kejadian, sementara satu orang lagi baru dibekuk kemarin.
[din]
Read more »

Setahun Diculik, Anak-anak Ini Bertemu Ibunya Lagi

0 comments
Jumat, 22 Maret 2013 | 18:25 WIB

Setahun Diculik, Anak-anak Ini Bertemu Ibunya Lagi Sarani Hernandez (33) bertemu kembali dengan kedua putranya Edwin dan Angel Hernandez yang diculik di Meksiko selama 18 bulan.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Seorang perempuan asal California, AS, akhirnya bertemy kembali dengan kedua putranya setelah mereka diculik di Meksiko selama lebih dari satu tahun.

Sarani Hernandez -nama perempuan itu- menitipkan kedua putranya kepada ibunya yang tinggal di Negara Bagian Michoacan, Meksiko pada 2011.

Namun, kemudian perempuan berusia 33 tahun itu ingin membawa kedua putranya itu bersamanya di Negara Bagian Washington, tempat Sarani tinggal saat itu.

Sarani kemudian berkenalan dengan sepasang pria dan wanita lewat kawannya. Pasangan ini mengatakan bisa membawa kedua putra Sarani yang saat itu berusia sembilan dan 11 tahun kembali ke AS.

Namun, polisi dan Departemen Kehakiman AS mengatakan pasangan itu, Jesus Salinas dan Patricia Delatorre, bersama Maria Castaneda, kemudian menculik kedua putra Sarani dan membawa mereka ke kota Ciudad Juarez.

Ketiga orang itu kemudian meminta tebusan ribuan dolar dari Sarani dan mengancam akan membunuh kedua putranya itu jika dia melaporkan penculikan ini ke polisi.

Sarani Hernandez, perempuan Meksiko yang tengah melamar menjadi warga negara AS, sangat ketakutan. Dia tak hanya takut kehilangan kedua putranya namun juga takut dia akan dideportasi jika melaporkan masalah ini ke aparat yang berwenang.

Tahun lalu, Sarani pindah dari Negara Bagian Washington ke kota Watsonville, California utuara. Di tempat tinggal barunya itulah, Sarani baru melaporkan penculikan itu ke polisi.

Polisi setempat kemudian menghubungi FBI, yang selanjutnya bekerja sama dengan kepolisia Meksiko mencari keberadaan kedua putra Sarani itu.

Berakhir Bahagia

Pada Desember lalu, kepolisian mengatakan telah menemukan kedua putra Sarani tersebut di Ciudan Juarez, bersama Maria Castaneda.

Setelah mengamankan kedua anak itu, polisi menitipkan keduanya di sebuah panti asuhan Meksiko untuk mendapatkan perawatan sementara. FBI kemudian membawa keduanya ke El Paso, Texas.

Selanjutnya pemerintah AS dan dan Elizabeth Sousa, petugas kepolisian Watsonville, menjempun kedua anak itu di El Paso dan kemudian membawa mereka ke San Jose untuk berkumpul lagi dengan ibu mereka.

Jesus Salinas dan Patricia Delatorre ditahan pada Januari lalu di Mount Vernon, Washington dan menghadapi dakwaan penculikan di pengadilan San Jose, California.

Sementara, satu penculik lagi Maria Castaneda masih buron, namun aparat kepolisian yakin perempuan itu masih berada di wilayah Meksiko.

Sementara, bagi Sarani dan kedua putranya -Edwin dan Angel Hernandez-  kisah horor selama 18 bulan itu berakhir bahagia.

"Mereka berpelukan sangat lama. Kedua putra Sarani bahkan tak kuasa menahan tangis," kata petugas polisi Watsonville, Elizabeth Sousa kepada harian Santa Cruz Sentinel.

"Ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa," tambah Sousa.
 
Sumber :
Sky News
Editor :
Ervan Hardoko
Read more »
SN PRODUCTION

Berita Hukum dan Kriminal

HUKUM

Berita Sosial

SOSIAL

Labels

Baca Juga Ini

Labels

SERBA-SERBI

RAGAM

Berita Bola

OLARAGA

Berita Politik

POLITIK

Berita Bisnis

BISNIS

Info Bola

Recent Post

Random Post

INFO LAINNYA

Motor GP

Motor GP

Tiket Pesawat

Powered by Blogger.

Popular Posts

About Me

About Us

make
just make a gif here