Content

Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Mantan Dirut MRT Masih Rajin Ikut Rapat

Wednesday, March 20, 2013 0 comments
Mantan Dirut MRT Masih Rajin Ikut Rapat
MRT Jakarta. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
 - Meski dalam status demisioner, Direktur Utama PT MRT Jakarta periode Februari 2009-Februari 2013 Tribudi Raharjo masih datang ke kantornya di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat.

Namun begitu, dia tidak lagi menggunakan seragam PT MRT Jakarta yang berwarna putih, melainkan menggunakan batik. “Saya diundang rapat saja kok ke sini,” kata Tribudi sambil tersenyum, Rabu, 20 Maret 2013.

Sayangnya, Tribudi enggan berkomentar ketika hendak diwawancara lebih lanjut mengenai status jabatannya. Ia hanya tersenyum sambil berlalu, “Nanti saja ya kalau sudah resmi kita ngobrol,” kata Tribudi. Ia kemudian kembali menegaskan bahwa kedatangannya hanya untuk keperluan rapat.

Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Erlan Hidayat membenarkan Tribudi memang berkomitmen untuk tetap membantu perusahaan itu. “Aku masih minta dia kerja. Sendirian kaya apa rasanya. MRT tuh gede lho,” kata Erlan sambil tertawa. Selain Tribudi, Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Rachmadi, memang juga habis masa jabatannya.

Erlan mengatakan, hari ini Tribudi datang untuk menemui representatif PT Japan International Cooperation Agency (JICA). "Ada yang mau kembali ke Jepang, pamitan saja," kata Erlan.

Erlan menegaskan Tribudi tidak lagi punya wewenang apa pun dalam pengambilan keputusan. “Kalau bicara ya sebagai pribadi, tidak lagi bisa mewakili perusahaan,” kata Erlan. Gubernur Jakarta Joko Widodo memastikan akan segera menggelar rapat umum pemegang saham untuk menentukan direksi baru MRT. Nama-nama direksi baru ini kabarnya sudah ada di tangan Jokowi.

TEMPO.CO, Jakarta
Read more »

Ketua Umum Demokrat Dilarang 'Nyapres'

Tuesday, March 19, 2013 0 comments
Ketua Umum Demokrat Dilarang "Nyapres"KOMPAS/PRIYOMBODOJero Wacik.



JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat terpilih nantinya dilarang untuk maju sebagai calon presiden atau wakil presiden di Pemilu 2014. Hal itu merupakan syarat untuk maju sebagai calon ketum DPP Demokrat.
"Calon ketum tidak boleh jadi calon capres," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, di Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Jero mengatakan, larangan rangkap jabatan untuk ketum sudah dihapus. Pihaknya tak lagi melihat soal rangkap jabatan lantaran setiap kader saat ini pasti memiliki jabatan tertentu di luar partai.
Jero yakin calon ketum yang diusulkan Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono nantinya akan diterima oleh seluruh pemilik suara, yakni Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang. Saat ini, kata dia, hanya 10 DPC yang bersikap menunggu siapa calon usulan SBY.
"Yang lain-lain, pokoknya siapa saja yang diputuskan Majelis Tinggi setuju. Yang 10 itu tergantung siapa (calonnya). Jadi, belum tentu melawan," kata Jero.
Seperti diberitakan, Demokrat akan menggelar kongres luar biasa (KLB) di Bali akhir Maret 2013 untuk memilih Ketum menggantikan Anas Urbaningrum. Agenda lain, rencananya akan dilakukan revisi anggaran dasar anggaran rumah tangga partai.
Hingga saat ini, jajaran Majelis Tinggi Partai mengaku belum membahas calon ketum. Mereka masih menunggu sikap SBY.
Editor :
Farid Assifa
Read more »
SN PRODUCTION

Berita Hukum dan Kriminal

HUKUM

Berita Sosial

SOSIAL

Labels

Baca Juga Ini

Labels

SERBA-SERBI

RAGAM

Berita Bola

OLARAGA

Berita Politik

POLITIK

Berita Bisnis

BISNIS

Info Bola

Recent Post

Random Post

INFO LAINNYA

Motor GP

Motor GP

Tiket Pesawat

Powered by Blogger.

Popular Posts

About Me

About Us

make
just make a gif here