Content

Showing posts with label BUDAYA. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA. Show all posts

Indonesia Bangat

Friday, March 29, 2013 0 comments

Suasana yang tenang berpadu dengan alam yang indah dan udara yang segar, sangat terasa bila Anda berkunjung ke Situ Wanayasa di Purwakarta, Jawa Barat. Situ Wanayasa ini memang memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, akan tetapi pulau kecil yang ditumbuhi pohon pinus di tengahnya serta latar belakang Gunung Burangrang yang menjulang membuat paras situ ini begitu menawan.
Pulau yang berada di tengah situ ini ternyata memiliki nilai historis yang sangat penting bagi penduduk sekitar. Di tengah pulau tersebut terdapat makam R.A. Suriawinata, yaitu salah seorang pendiri Purwakarta yang meninggal pada 1827. Oleh karena itu, keasrian dan keindahan situ ini sangat di perhatikan oleh pemerintah daerah setempat.
Dahulu, Situ Wanayasa ini hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan untuk beristirahat para pengendara yang melalui jalur ini. Namun, sekarang banyak pengunjung yang sengaja datang ke sini untuk berwisata atau bahkan hanya sekadar duduk meresapi sejuknya hembusan angin sambil menikmati kecantikan situ ini.
Kebanyakan pengunjung, datang ke sini bersama keluarganya untuk sekadar makan bersama di tengah-tengah pulaunya. Banyak juga pasangan muda-mudi yang mengisi liburan mereka di sini. Biasanya mereka menikmati keindahan panorama Situ Wanayasa dengan menaiki sepeda air bersama pasangannya. Selain itu banyak juga pengunjung yang sengaja datang hanya untuk memancing ikan.
Mawun Beach #Lombok Island #Indonesia (@thejapra)Tampak di sekeliling situ ini pedestrian yang tertata apik. Warga sekitar biasanya menggunakan pedestrian sebagai jogging track. Tidak heran setiap pagi akhir pekan lokasi ini selalu dipenuhi oleh warga yang berolahraga.
Daya tarik Situ Wanayasa semakin bertambah karena tepat di seberang jalan situ terdapat Warung Sate Maranggi yang menjadi makanan khas kota Purwakarta. Dengan hadirnya kenikmatan lain di sisi situ, menjadikan lokasi ini sebagai tempat istrirahat favorit bagi para pengendara yang melalui jalur ini.
Mereka bisa merasakan kenikmatan sate maranggi yang memiliki cita rasa manis, sedikit asam, dan pedas, sambil menikmati panorama indah Situ Wanayasa. Demikian juga dengan warga yang berolahraga, apabila sudah lelah mereka biasanya mampir ke warung sate ini.
Situ Wanayasa berada di jalur wisata Purwakarta–Wanayasa–Jalan Cagak (Subang)–Bandung. Jadi, jika Anda dari Jakarta dan ingin merasakan sensasi lain perjalanan ke Bandung sangat tepat bila memilih untuk melalui jalur ini. Selain bisa mengunjungi Situ Wanayasa, perjalanan Anda akan sangat mengasyikan karena selain udaranya yang sejuk, pemandangan alam yang menakjubkan berupa bukit–bukit hijau, perkebunan teh, perkebunan sawit, dan hamparan sawah yang luas tersaji dengan sempurna.
Jadi, tunggu apa lagi? Rasakan sensasi lain perjalanan Jakarta-Bandung dan nikmati lezatnya sate maranggi di antara cantiknya panorama Situ Wanayasa.
Read more »

Budaya Indonesia

0 comments

Kelestarian budaya di Indonesia kini telah banyak di tinggalkan khususnya bagi para remaja sekarang ini. Banyak dari mereka beranggapan bahwa kebudayaan yang kita miliki sekarang ini telah ketinggalan jaman, kuno bahkan primitif. Remaja sekarang lebih senang berkiblat pada kebudayaan barat yang menurut mereka lebih bisa bebas dalam mengekspresikan diri masing-masing. Seolah tidak ada pembatas untuk mereka melakukan apapun yang mereka inginkan.
Tak heran memang jika banyak kebudayan Indonesia yang di klaim oleh negara lain. Jika sudah seperti ini, kita baru menyadari betapa kita tidak dapat menjaga aset yang seharusnya kita banggakan yang mencerminkan kebudayan dan pribadi bangsa ini, bukannya malah membiarkan terbengkalai dan menjadi rebutan oleh bangsa lain. Ironis sekali jika hal seperti itu terus saja terjadi. Kita patut bersyukur karena bangsa ini memiliki banyak sekali budaya yang seharusnya mampu kita kembangkan dengan baik bukan malah sebaliknya, kita hanya berdiam diri dan ketika aset itu di perdebatkan,  mati-matian  kita berucap bahwa kebudayaan itu milik kita. Kenapa Indonesia selalu bertindak setelah sesuatu terjadi suatu kejadian. Bukan menjaga agar suatu itu bisa di cegah yang tidak di inginkan yang akan  berakibat fatal pada semua elemen masyarakat. Sebenarnya mereka yang pintar atau kita yang bodoh. Yang mau saja selalu di permalukan demikian. Pemerintah pun seharusnya ikut andil dalam hal ini. Pemerintah harus mendukung penuh kelestarian budaya Indonesia.
Ditulis oleh al-muayyad   

batik

Seperti upaya penyadaran untuk kesejatian diri kota solo terus di lakukan oleh aparat pemerintah kota, misalnya saja dengan semboyan "SOLO THE SPIRIT OF JAVA" yang telah di resonansi ke tataran internasional. Hal ini mendapat dukungan dari semua pihak, bukan saja aparat pemerintahan, masyarakatpun ikut menjadi tonggak kelestarian suatu kebudayaan di suatu daerah. Adanya partisipasi masyarakat dalam mengenali dan mengelola kebudayaan itu sendiri menjadi syarat penting hidupnya suatu kebudayaan. Tidak hanya semboyan yang membuat kita bercermin, salah sataunya adalah batik. Batik mempunyai posisi yang kuat yang membuat kita patut berbangga. Aset asli Indonesia itu telah mendapat pengakuan dari UNESCO, batik perlu di jaga dan terus di lestarikan agar kita bisa terus menikmati keindahannya. Banyak cara agar batik terus bisa kembangkan. Salah satunya dengan kurikulum batik pada setiap sekolah sekolah agar anak mampu mengetahui tentang batik sejak dini dan yang paling penting mampu menanamkan rasa mencintai kebudayaan sendiri dan terus menjaganya sampai kapanpun agar kita mampu sejajar dengan kebudayan lainnya. Dan menjadi kebanggaan anak cucu kita kelak, bahwa bangsa ini memiliki kebudayaan yang membanggakan.
  
Read more »

Bagian Sejarah Bangsa Candi Borobudur

Monday, March 25, 2013 0 comments

Sejarah Asal Mula Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja dan termasuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Ada beberapa versi mengenai asal usul nama candi ini. Versi pertama mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “bara” yang berarti “kompleks candi atau biara” dan “beduhur” yang berarti “tinggi/di atas”.

Versi kedua mengatakan bahwa nama Sejarah Candi Borobudur kemungkinan berasal dari kata “sambharabudhara” yang berarti “gunung yang lerengnya berteras-teras”. Versi ketiga yang ditafsirkan oleh Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari kata “bhoro” yang berarti “biara” atau “asrama” dan “budur” yang berarti “di atas”.

Pendapat Poerbotjoroko ini dikuatkan oleh Prof. Dr. W.F. Stutterheim yang berpendapat bahwa Bodorbudur berarti “biara di atas sebuah bukit”. Sedangkan, versi lainnya lagi yang dikemukakan oleh Prof. J.G. de Casparis berdasarkan prasati Karang Tengah, menyebutkan bahwa Borobudur berasal dari kata “bhumisambharabudhara” yang berarti “tempat pemujaan bagi arwah nenek moyang”.

Masih berdasarkan prasasti Karang Tengah dan ditambah dengan prasasti Kahuluan, J.G. de Casparis dalam disertasinya tahun 1950 mengatakan bahwa Sejarah Candi Borobudur diperkirakan didirikan oleh Raja Samaratungga dari wangsa Sayilendra sekitar tahun Sangkala rasa sagara kstidhara atau tahun Caka 746 (824 Masehi) dan baru dapat diselesaikan oleh puterinya yang bernama Dyah Ayu Pramodhawardhani pada sekitar tahun 847 Masehi. Pembuatan candi ini menurut prasasti Klurak (784 M) dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya dan seorang pangeran dari Kashmir yang bernama Visvawarma.

Versi Lainnya

Asal Usul Sejarah Borobudur – Candi borobudur merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800-an Masehi oleh para penganut agama Buddha Wahayana. Dalam sejarah candi borobudur, terdapat berbagai teori yang menjelaskan asal usul nama candi borobudur. Salah satunya menyatakan bahwa nama borobudur kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara yang artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.


Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.


Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M.


Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çr? Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kam?l?n yang disebut Bh?misambh?ra. Istilah Kam?l?n sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bh?mi Sambh?ra Bhudh?ra dalam bahasa sansekerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur.



Letak candi ini diatas perbukitan yang terletak di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta. Dikelilingi Bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat. Sementara di sebelah timur terdapat Gunung Merapi dan Merbau, serta disebelah barat ada Gunumg Sindoro dan Gunung Sumbing.


Dibutuhkan tak kurang dari 2 juta balok batu andesit atau setara dengan 50.000m persegi untuk membangun Candi Borobudur ini. Berat keseluruhan candi mencapai 3,5 juta ton. Seperti umumnya bangunan candi, Bororbudur memiliki 3 bagian bangunan, yaitu kaki, badan dan atas. Bangunan kaki disebut Kamadhatu, yang menceritakan tentang kesadaran yang dipenuhi dengan hawa nafsu dan sifat-sifat kebinatangan. Kemudian Ruphadatu, yang bermakna sebuah tingkatan kesadaran manusia yang masih terikat hawa nafsu, materi dan bentuk. Sedangkan Aruphadatu yang tak lagi terikat hawa nafsu, materi dan bentuk digambarkan dalam bentuk stupa induk yang kosong. Hal ini hanya dapat dicapai dengan keinginan dan kekosongan
Read more »

LOVE INDONESIA (Ketadu Mara)

Friday, March 22, 2013 0 comments

Ketadu Mara


Elemen Budaya: Alat Musik
Provinsi: Nusa Tenggara Timur
Asal Daerah: Sabu

1. Asal Usul Musik Ketadu Mara 
Menurut pengakuan masyarakat pemilik alat musik yang bernama Ketadu Mara bahwa, dahulu kala instrument ini cukup populer dikalangan generasi muda ketika itu, kususnya di Seba dan Mesara. Namun dalam perjalan waktu alat musik ini sudah jarang terlihat.
 
Menurut ceritera yang diwarisi secara turun temurun pada masyarakat Sabu, menyebutkan bahwa musik Ketadu Mara merupakan suatu alat musik yang dibawa oleh orang pertama yang mendatangi pulau tersebut, yakni orang India yang pada waktu itu mereka datang menggunakan perahu.
 
Ceritera kedatangan orang India untuk membuat hubungan persaudaraan, dan kisah selanjutnya terjadilah hubungan jalinan cinta kasih dengan wanita setempat. Untuk membuat bukti bahwa mereka telah sampai pada tempatyang namanya Sabu, maka dibuatlah alat musik dengan menyerupai perahu sebagai mana alat transportasi yang mereka gunakan. 
 
Sehubungan dengan alat musik Ketadu Mara yang berbentuk seperti perahu ini apakah mempunyai hubungan dengan apa yang dituliskan oleh Nico L. Kana bahwa bentuk rumah orang Sabu adalah sebagai perahu yang ditelungkupkan sebagai pelambang pulaunya sebagai perahu.
 
Sehingga aturan nampak pula dalam pengaturan terhadap bagian-bagian kampung. Sebutan lengkap dari kampung ialah Rae Koa yang berarti kampung perahu. Bagian kampung yang lebih tinggi (dida rae) juga disebut anjungan perahu (duru rae), sedangkan bagian lebih rendah adalah buritan ((wiu rae).
 
Dibagian buritan kampung terdapat kemudi kampung yang disebut Uli rae. Nico L. Kana lebih lanjut katakan bahwa bentuk rumah orang Sabu tidak saja menyerupai perahu yang tertelungkup, namun dalam segala bagian-bagian atau rangka bangunan yang ada pada rumah itu dinamakan sebagai mana yang ada pada perahu yang sesungguhnya, Sehubungan dengan itu apakah alat musik ketadu mara merupakan peniruan dari bentuk rumah?
 
2. Pengertian Musik Ketadu Mara.
Ketadu Mara yang terdiri dari dua kata yang apabila diartikan secara harafiah, maka Ketadu adalah seorang bayi yang tertidur pulas karena perutnya yang telah kenyang. Sedangkangkan Mara berarti tembaga. Untuk mendapat pengertian yang sesungguhnya dari alat musik ini tidak dapat diterjemahkan seperti apa yang disebutkan diatas, karena pengertian symbol itu mengandung suatu nilai yang dalam. 
 
Pada intinya Ketadu menggambarkan suatu kepuasan hidup yang sesungguh telah diraihnya. Sedangkan Mara menurut kepercayaan adalah suatu zat atau bentuk yang tidak ada persamaannya atau juga dapat disebutkan ada dari ada itu sendiri. Kepercayaan atau idioilogi pada orang Sabu Mara Mea adalah Maha Pencipta. Dengan demikian Ketadu Mara adalah suatu alat musik yang memberikan kebahagiaan dunia akhirat.
 
 
 
Pengertian yang lain menyebutkan Ketadu berarti suatu alat musik hiburan yang selalu dibutuhkan oleh manusia. Sedangkan Mara berarti sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang gadis yang bertalian dengan suatu jalinan cinta. Yang lain menyebutkan Mara ialah lelah.
Untuk mengartikan pengertian musik Ketadu Mara pada bagian ini ialah berhubungan dengan ceritera kedatangan orang India di tanah Sabu. Untuk itu Ketadu Mara diartikan suatu alat musik hiburan yang mengungkapkan suatu kepuasan cinta yang terlaksana berkat jerih lelahnya (orang India) datang ke Sabu. Sebagai bukti kehadirannya, maka dibuatlah alat musik Ketadu Mara. Sampai saat ini orang Sabu mempercayai bahwa mereka mempunyai hubungan dara dengan orang India. 
 
3. Fungsi Musik Ketadu Mara.
Umumnya Alat-alat musik yang ada di NTT digolongkan kedalam kesenian rakyat. Seperti halnya musik Ketadu Mara. Musik Ketadu Mara biasanya digunakan untuk menghibur pribadi dikala seorang diri, sekaligus sebagai pengisi jiwa yang lelah. Biasa juga digunakan oleh sekelompok muda-mudi dalam mengisi waktu dimalam hari.
 
Hal yang lebih kusus lagi alat musik ini digunakan sebagai sarana ungkapan cinta seorang pria kepada wanita incarannya dengan melantunkan syair-syair penggoda hati atau rayuan, dan biasanya musik Ketadu Mara merupakan senjata yang cukup ampuh untuk melumpuhkan seorang wanita yang berhati keras sekalipun.
 
Pada bagian lain orang Sabu juga mempercayai bahwa suara musik Ketadu Mara disenangi oleh makluk halus atau setan, untuk itu apabila berminat untuk melihat setan, maka dapat dimainkan dimalam hari dibawa pohon yang rindang daunnya. Selain itu mereka percaya bahwa suara musik Ketadu Mara dapat mengajak cecak untuk ikut bernyanyi.
 
4. Cara memainkan
Musik Ketadu Mara tergolong jenis musik petik seperti halnya gitar, namun dawainya hanya dua buah yaitu terdiri dari nada sol dan do. Yang membedakan cara memainkan gitar dan ketadu mara ialah jari-jari yang menekan dawai ketadu mara hanya jari telunjuk, tengah dan manis, sedangkan memetik dengan jari kelingking. 
 
Suatu kelompok pemain Ketadu Mara biasanya terdiri dari satu sampai tiga orang. Bersifat instrumental dimainkan oleh tiga orang. Peranan dari setiap pemain sebagai berikut: orang pertama sebagai pembawa melodi, orang kedua sebagai pengiring, dan orang ketiga sebagai pengisi/filler. 
 
Istilah daerah untuk pembawa melodi dan pengisi ialah dettu, sedangkan pengiring ialah loli, dan kesatuan dari kelompok atau gabungan dari dua istilah tersebut di atas adalah pereja. 
Permainan Ketadu Mara yang bersifat mengiring lagu biasa dimainkan oleh dua orang, dan kedua orang ini berperan sebagai dettu (pembawa melodi dan pengisi), dengan demikian sudah dapat diketahui bahwa melodi musik Ketadu Mara dan lagunya bersifat paralel, namun perlu diketahui dawai Ketadu Mara ada dua yaitu benada sol dan do dengan demikian sewaktu-waktu dapat terjadi dua bunyi sekaligus, misalkan pada waktu memetik dawai satu/sol terkadang dawai dua/do turut dibunyikan, dan sebaliknya.
 
Pada permainan instrumentalia/tanpa syair lagu, melodi Ketadu Mara menciptakan bunyi dengan menirukan suara ayam berkotek (kotek ayam yang baru selesai bertelur). 
 
5. Lagu pada musik Ketadu Mara
Ketadu Mara merupakan salah satu musik yang unik yang ada di Nusa Tenggara Timur, yaitu dalam lagu-lagunya ia menggunakan pola ritme campuran yaitu dua dan tiga sehingga bersukat 5/4, dan ada juga yang menggunakan pengolahan ritmis yang tidak terdapat kesan metric birama, meski kesan ketukan tetap ada namun ada kecenderungan menyembunyikan struktur metric birama, sesuai konsep statis dari metric birama itu sendiri.
 
Contoh salah satu lagu yang berjudul Nawoweleloloko/ nama sejenis ikan sungai yang sisiknya berkilauan. Rame muri mada ngede ngado made dae olele nawowelolokowa terjemehannya ialah Rame= berkumpul bersama untuk bersukaria, muri mada=hidup, ngede= dandanan, ngado= sebelum, made dae= selagi hidup, nawoweloloko= nama sejenis ikan sungai yang sisiknya berkilauan seperti perak, ini melambangkan seorang pemuda yang gagah perkasa dan menjadi idola setiap wanita. Syair ini mengisahkan sebelum mati atau selagi hidup nikmatilah kehidupan ini sebagai anugerah Tuhan.
 
Ta kemale mako kolo tada iko ngalu olele nawowelolokowa, terjemahannya ialah ta= kata depan, kemale= berkibar-kibar, mako= lembut, kolo tada=puncak tanda arah angin, iko=ikut, ngalu=angin. Pengertiannya ialah mengkisahkan bahwa kehidupan alam atau dunia beserta isinya tidak dapat direkayasa oleh siapapun, terutama menyangkut hidup dan mati manusia, hujan, guntur, kilat, bencana alam dan sebagainya. 
 
Semua mengikuti kehendak Tuhan, ini artinya sebagai manusia yang lemah harus mengutamakan Tuhan dalam segala aktivitasnya. Dalam dunia ini baik yang kaya, cantik, ganteng dan sebagainya harus mengedepankan Tuhan dari yang lain. 
 
sniffer_KetaduMara.gif
Read more »

Indonesia Usung Konsep 'Sakti' ke Venezia Biennale

0 comments

Pameran Lukisan Perempuan Jakarta di Museum Keramik. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAlife - Siapa bilang dunia seni Indonesia lesu? Faktanya, galeri-galeri seni Indonesia ternyata sudah meletakkan pondasi eksistensi di pameran internasional.

Dalam ajang seni di seputaran Asia, nama Indonesia sudah dikenal. Begitupula di pameran Sout East New York. Seniman Indonesia pun telah unjuk gigi di pameran seni paling bergengsi di Venezia, sejak sekitar tahun 2003.

Tahun ini, lagi-lagi Indonesia mengirimkan wakil ke ajang prestisius itu. Lima seniman beda generasi akan menampilkan instalasi seni terbaiknya ke Venezia Biennale, di anjungan Indonesia Pavilion. Ini merupakan keikutsertaan pertama setelah beberapa saat absen dari ajang itu.

Mengusung konsep 'Sakti' seniman Indonesia siap melenggang. Sakti berarti sebuah penjelajahan estetika para seniman  dengan mempertimbangkan aspek sejarah, sosial, dan nilai pluralisme budaya lokal.

Sakti bisa diinterpretasikan menjadi berbagai definisi untuk kemudian diejawantahkan ke dalam karya seni yang berbeda-beda. Mulai dari sisi politik, budaya, sosial, pendidikan, sampai pencarian jati diri yang erat berkaitan dengan religiusitas.

Adalah pemuda berusia 29 tahun, Albert Yonathan, yang turut merepresentasikan konsep sakti. Ia membuat deretan stupa berbentuk labirin. Ini simbol enlightening dan kemanusiaan, sedangkan labirin adalah proses perjalanan untuk merasakan pengalaman spiritual dan transformasi menjadi sakti. "Di Eropa kuno, pencapaian jiwa manusia dikaitkan dengan labirin," ujarnya pada VIVAlife.

Selain Albert, masih ada empat seniman lain yang karyanya juga akan dipamerkan di Indonesia Pavilion selama 6 bulan di Venezia.

Bagi seorang kurator asal Italia, Achille Bonito, apa yang ditampilkan dalam Pavilion Indonesia pasti akan menarik perhatian internasional. Pasalnya, ia menilai Indonesia sebagai negara yang kompleks dan jamak. Sarat akan keberagaman yang mengarah pada potensi seni dan budaya.

"Seni berkaitan erat dengan keberagaman dan eksistensi," ujar Achille di sebuah forum diskusi di Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Kamis, 21 Maret 2013.

Seperti halnya Italia, ia melanjutkan, Indonesia masih memiliki nilai-nilai kuno yang diadaptasi dengan modernitas. Paradoks seni di Indonesia menampilkan perpaduan antara proyeksi masa lalu, penilaian masa kini, dan prediksi masa depan.

Dalam lima instalasi yang akan dipamerkan pada Venezia Biennale, Achille melihat adanya romantisme unsur lokal Indonesia yang bergandengan mesra dengan bahasa seni dunia. "Dalam bahasa latin, itu disebut genus lochi, atau bahasa sederhananya globalisasi. Ini sebuah seni yang diperuntukkan bagi dunia," komentarnya.

Achille juga mengatakan bahwa seni kontemporer Indonesia mengandung kesadaran akan sejarahnya sendiri, sekaligus kebutuhan berpartisipasi dalam sejarah masa kini. Seni, katanya, merupakan hal yang tak lekang oleh waktu.

Seniman bisa meninggal seperti manusia lain, namun karyanya tetap abadi. "Seni itu melubangi waktu. Menantang kode apapun, melampaui ide tradisional, dan bekerja dengan prinsip eksperimen," bebernya. Dan menurut Achille, Indonesia Pavilion punya semua kualitas itu.
• VIVAlife 
Read more »

Sejarah Penemuan dan Pengakuan

Wednesday, March 20, 2013 0 comments
Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.
Sejarah Penemuan dan Pengakuan
Pada1936-1941seorang ilmuan antropologi dari Jerman Gustav Heinrich Ralph von Koenigswal dmulai melakukan penelitan terhadap situs Sangiran tersebut. Setelah dilakukan penelitaian berikutnya, ditemukan 50 fosil lebih di antaranya Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus. Selain itu juga ditemukan fosil hewan seperti badak, tanduk kerbau, gading gajah, tanduk rusa dan lain-lain. Secara keseluruhan diperkirakan umur fosil yang ditemukan tersebut berusia 1 sampai 1,5 juta tahun dan diperkirakan juga umur fosil sudah terkubur sejak2 juta tah­un yang lalu. Dari 50 fosil yang ditemukan tersebut sudah mewakili 50% fosil  yang ada di dunia.
Sebelum kemunculan Koenigswald, pada awal 1930-an, masyarakat di sana hanya mengenal fosil-fosil yang banyak terdapat di lingkungan alam sekitar mereka sebagai balung buto alias tulang-tulang raksasa. Ilmuwan asal Jerman itu telah memberi pemahaman baru kepada masyarakat Sangiran terkait keberadaan fosil dan artefak purba.
Selain itu, pemahaman mereka terkait balung buto juga berkaitan dengan tradisi lisan mengenai perang besar yang pernah terjadi di kawasan perbukitan Sangiran, ribuan tahun silam. Dalam pertempuran itu banyak raksasa yang gugur dan terkubur di perbukitan Sangiran, sebagaimana “dibuktikan” lewat potongan-potongan tulang-belulang besar yang mereka namakan balung buto. Para tetua kampung yang berusia di atas 60 tahun masih ada yang mengenal mitos tentang asal usul balung buto tersebut. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang masih percaya akan kebenarannya.
Sebelum kedatangan Koenigswald, balung buto dianggap memiliki kekuatan magis. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit, pelindung diri atau sebagai jimat, nilai magis balung buto juga dipercaya dapat membantu ibu-ibu yang susah melahirkan. Kerena itu, tidak heran bila pada kurun waktu sebelum 1930-an, balung buto yang banyak banyak bermunculan di berbagai tempat—di tepi sungai dan di lereng-lereng perbukitan—jarang diganggu oleh penduduk setempat.
Koenigswald mengubah pandangan itu. Luasnya cakupan wilayah sirus Sangiran, dengan kondisi alam yang tandus-gersang dan bebukit-bukit, memang tidak memungkinkan peneliti asing itu bekerja sendiri. Dalam upaya untuk mengumpulkan fosil, Koenigswald minta bantuan penduduk.
Sebagai imbalan atas keterlibatan penduduk, Koenigswald menerapkan sistem upah berupa uang kepada penduduk yang menemukannya. Besaran hadiah cukup beragam, bergantung pada jenis fosil dan kelangkaannya. Masyarakat pun mulai sadar, ternyata benda yang dulu mereka sebut balung buto memiliki nilai tukar yang cukup menjanjikan.
Setelah ituistilah balung buto perlahan lenyap digantikan fosil sebagai nama baru, pengertian dan nilainya pun berhasil diinternalisasikan oleh Koenigswald. Sejak itu pula, masyarakat Sangiran mengenal konsep pemaknaan baru terkait keberadaan fosil alias balung buto, yang semula dikaitkan dengan keyakinan sebagai mitos yang bernilai magis menjadi semacam komoditi baru yang hanya bernilai ekonomis.
Pada tahun 1977 situs Sangiran dideklarasikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan padatahun 1996 terdaftar dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.
Masih terletak di wiliyah Sangiran terdapat museum Sangiran, di museum tu terdapat koleksi13.086 koleksi fosil ma­nusia purba dan merupakan situsmanusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah.

Sumber Rujukan:
http://kenedinurhan.blogspot.com/2008/06/arkeologi_18.html
http://sains.kompas.com/read/2012/11/29/21530687/Hujan.Diprediksi.Munculkan.Ribuan.Fosil.Purba.Sangiran

Galeri Gambar

Read more »
SN PRODUCTION

Berita Hukum dan Kriminal

HUKUM

Berita Sosial

SOSIAL

Labels

Artikel (121) BISNIS (2) BUDAYA (6) EKONOMI (5) Favourite (2) HUKUM (25) Jadwal Bola Ter Up date (1) KESEHATAN (4) Klasemen Bola (2) Kumpulan Film (30) OLARAGA (52) PENDIDIKAN (8) POLITIK (41) RAGAM (8) Selebritis (3) SOFTWARE (2) SOSIAL (7) story (2) TEKNOLOGI (3) TV Online (4)

Baca Juga Ini

Labels

SERBA-SERBI

RAGAM

Berita Bola

OLARAGA

Berita Politik

POLITIK

Berita Bisnis

BISNIS

Info Bola

Recent Post

Random Post

INFO LAINNYA

Motor GP

Motor GP

Tiket Pesawat

Powered by Blogger.

Popular Posts

About Me

About Us

make
just make a gif here