Ketadu Mara
Elemen Budaya: Alat Musik
Provinsi: Nusa Tenggara Timur
Asal Daerah: Sabu
Provinsi: Nusa Tenggara Timur
Asal Daerah: Sabu
1. Asal Usul Musik Ketadu Mara
Menurut pengakuan masyarakat pemilik alat musik yang bernama Ketadu
Mara bahwa, dahulu kala instrument ini cukup populer dikalangan generasi
muda ketika itu, kususnya di Seba dan Mesara. Namun dalam perjalan
waktu alat musik ini sudah jarang terlihat.
Menurut ceritera yang diwarisi secara turun temurun pada masyarakat
Sabu, menyebutkan bahwa musik Ketadu Mara merupakan suatu alat musik
yang dibawa oleh orang pertama yang mendatangi pulau tersebut, yakni
orang India yang pada waktu itu mereka datang menggunakan perahu.
Ceritera kedatangan orang India untuk membuat hubungan persaudaraan,
dan kisah selanjutnya terjadilah hubungan jalinan cinta kasih dengan
wanita setempat. Untuk membuat bukti bahwa mereka telah sampai pada
tempatyang namanya Sabu, maka dibuatlah alat musik dengan menyerupai
perahu sebagai mana alat transportasi yang mereka gunakan.
Sehubungan dengan alat musik Ketadu Mara yang berbentuk seperti perahu
ini apakah mempunyai hubungan dengan apa yang dituliskan oleh Nico L.
Kana bahwa bentuk rumah orang Sabu adalah sebagai perahu yang
ditelungkupkan sebagai pelambang pulaunya sebagai perahu.
Sehingga aturan nampak pula dalam pengaturan terhadap bagian-bagian
kampung. Sebutan lengkap dari kampung ialah Rae Koa yang berarti kampung
perahu. Bagian kampung yang lebih tinggi (dida rae) juga disebut
anjungan perahu (duru rae), sedangkan bagian lebih rendah adalah buritan
((wiu rae).
Dibagian buritan kampung terdapat kemudi kampung yang disebut Uli rae.
Nico L. Kana lebih lanjut katakan bahwa bentuk rumah orang Sabu tidak
saja menyerupai perahu yang tertelungkup, namun dalam segala
bagian-bagian atau rangka bangunan yang ada pada rumah itu dinamakan
sebagai mana yang ada pada perahu yang sesungguhnya, Sehubungan dengan
itu apakah alat musik ketadu mara merupakan peniruan dari bentuk rumah?
2. Pengertian Musik Ketadu Mara.
Ketadu Mara yang terdiri dari dua kata yang apabila diartikan secara
harafiah, maka Ketadu adalah seorang bayi yang tertidur pulas karena
perutnya yang telah kenyang. Sedangkangkan Mara berarti tembaga. Untuk
mendapat pengertian yang sesungguhnya dari alat musik ini tidak dapat
diterjemahkan seperti apa yang disebutkan diatas, karena pengertian
symbol itu mengandung suatu nilai yang dalam.
Pada intinya Ketadu menggambarkan suatu kepuasan hidup yang sesungguh
telah diraihnya. Sedangkan Mara menurut kepercayaan adalah suatu zat
atau bentuk yang tidak ada persamaannya atau juga dapat disebutkan ada
dari ada itu sendiri. Kepercayaan atau idioilogi pada orang Sabu Mara
Mea adalah Maha Pencipta. Dengan demikian Ketadu Mara adalah suatu alat
musik yang memberikan kebahagiaan dunia akhirat.
Pengertian yang lain menyebutkan Ketadu berarti suatu alat musik
hiburan yang selalu dibutuhkan oleh manusia. Sedangkan Mara berarti
sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang gadis yang bertalian dengan suatu
jalinan cinta. Yang lain menyebutkan Mara ialah lelah.
Untuk mengartikan pengertian musik Ketadu Mara pada bagian ini ialah
berhubungan dengan ceritera kedatangan orang India di tanah Sabu. Untuk
itu Ketadu Mara diartikan suatu alat musik hiburan yang mengungkapkan
suatu kepuasan cinta yang terlaksana berkat jerih lelahnya (orang India)
datang ke Sabu. Sebagai bukti kehadirannya, maka dibuatlah alat musik
Ketadu Mara. Sampai saat ini orang Sabu mempercayai bahwa mereka
mempunyai hubungan dara dengan orang India.
3. Fungsi Musik Ketadu Mara.
Umumnya Alat-alat musik yang ada di NTT digolongkan kedalam kesenian
rakyat. Seperti halnya musik Ketadu Mara. Musik Ketadu Mara biasanya
digunakan untuk menghibur pribadi dikala seorang diri, sekaligus sebagai
pengisi jiwa yang lelah. Biasa juga digunakan oleh sekelompok muda-mudi
dalam mengisi waktu dimalam hari.
Hal yang lebih kusus lagi alat musik ini digunakan sebagai sarana
ungkapan cinta seorang pria kepada wanita incarannya dengan melantunkan
syair-syair penggoda hati atau rayuan, dan biasanya musik Ketadu Mara
merupakan senjata yang cukup ampuh untuk melumpuhkan seorang wanita yang
berhati keras sekalipun.
Pada bagian lain orang Sabu juga mempercayai bahwa suara musik Ketadu
Mara disenangi oleh makluk halus atau setan, untuk itu apabila berminat
untuk melihat setan, maka dapat dimainkan dimalam hari dibawa pohon yang
rindang daunnya. Selain itu mereka percaya bahwa suara musik Ketadu
Mara dapat mengajak cecak untuk ikut bernyanyi.
4. Cara memainkan
Musik Ketadu Mara tergolong jenis musik petik seperti halnya gitar,
namun dawainya hanya dua buah yaitu terdiri dari nada sol dan do. Yang
membedakan cara memainkan gitar dan ketadu mara ialah jari-jari yang
menekan dawai ketadu mara hanya jari telunjuk, tengah dan manis,
sedangkan memetik dengan jari kelingking.
Suatu kelompok pemain Ketadu Mara biasanya terdiri dari satu sampai
tiga orang. Bersifat instrumental dimainkan oleh tiga orang. Peranan
dari setiap pemain sebagai berikut: orang pertama sebagai pembawa
melodi, orang kedua sebagai pengiring, dan orang ketiga sebagai
pengisi/filler.
Istilah daerah untuk pembawa melodi dan pengisi ialah dettu, sedangkan
pengiring ialah loli, dan kesatuan dari kelompok atau gabungan dari dua
istilah tersebut di atas adalah pereja.
Permainan Ketadu Mara yang bersifat mengiring lagu biasa dimainkan oleh
dua orang, dan kedua orang ini berperan sebagai dettu (pembawa melodi
dan pengisi), dengan demikian sudah dapat diketahui bahwa melodi musik
Ketadu Mara dan lagunya bersifat paralel, namun perlu diketahui dawai
Ketadu Mara ada dua yaitu benada sol dan do dengan demikian
sewaktu-waktu dapat terjadi dua bunyi sekaligus, misalkan pada waktu
memetik dawai satu/sol terkadang dawai dua/do turut dibunyikan, dan
sebaliknya.
Pada permainan instrumentalia/tanpa syair lagu, melodi Ketadu Mara
menciptakan bunyi dengan menirukan suara ayam berkotek (kotek ayam yang
baru selesai bertelur).
5. Lagu pada musik Ketadu Mara
Ketadu Mara merupakan salah satu musik yang unik yang ada di Nusa
Tenggara Timur, yaitu dalam lagu-lagunya ia menggunakan pola ritme
campuran yaitu dua dan tiga sehingga bersukat 5/4, dan ada juga yang
menggunakan pengolahan ritmis yang tidak terdapat kesan metric birama,
meski kesan ketukan tetap ada namun ada kecenderungan menyembunyikan
struktur metric birama, sesuai konsep statis dari metric birama itu
sendiri.
Contoh salah satu lagu yang berjudul Nawoweleloloko/ nama sejenis ikan
sungai yang sisiknya berkilauan. Rame muri mada ngede ngado made dae
olele nawowelolokowa terjemehannya ialah Rame= berkumpul bersama untuk
bersukaria, muri mada=hidup, ngede= dandanan, ngado= sebelum, made dae=
selagi hidup, nawoweloloko= nama sejenis ikan sungai yang sisiknya
berkilauan seperti perak, ini melambangkan seorang pemuda yang gagah
perkasa dan menjadi idola setiap wanita. Syair ini mengisahkan sebelum
mati atau selagi hidup nikmatilah kehidupan ini sebagai anugerah Tuhan.
Ta kemale mako kolo tada iko ngalu olele nawowelolokowa, terjemahannya
ialah ta= kata depan, kemale= berkibar-kibar, mako= lembut, kolo
tada=puncak tanda arah angin, iko=ikut, ngalu=angin. Pengertiannya ialah
mengkisahkan bahwa kehidupan alam atau dunia beserta isinya tidak dapat
direkayasa oleh siapapun, terutama menyangkut hidup dan mati manusia,
hujan, guntur, kilat, bencana alam dan sebagainya.
Semua mengikuti kehendak Tuhan, ini artinya sebagai manusia yang lemah
harus mengutamakan Tuhan dalam segala aktivitasnya. Dalam dunia ini baik
yang kaya, cantik, ganteng dan sebagainya harus mengedepankan Tuhan
dari yang lain.
sniffer_KetaduMara.gif

0 comments:
Post a Comment