Content

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Kegiatan Ekonomi dan Pelakunya

Sunday, March 31, 2013 0 comments
A. Kegiatan Ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan dalam bidang ekonomi. Secara garis besar Kegiatan Ekonomi terdiri dari:
1. Produksi
Produksi yaitu kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Kegiatan menambah faedah dibedakan sebagai berikut:
a. Produksi Barang yaitu kegiatan menambah faedah dengan mengubah sifat dan bentuknya. Hal ini terdiri dari barang konsumsi dan barang modal. Barang konsumsi siap untuk dikonsumsi langsung, barang modal digunakan untuk menghasilkan barang berikutnya.
b. Produksi Jasa yaitu kegiatan menambah faedah suatu benda tanpa mengubah bentuknya. Terdiri dari jasa yang langsung dapat memenuhi kebutuhan, contoh: film,perawatan dokter, pagelaran music. Jasa yang tidak langsung memenuhi kebutuhan, contoh: pengangkutan, pergudangan, dan perbankan.

Tujuan Produksi
Secara umum: memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran.
Secara khusus: dilihat dari kepentingan pihak produsen dan konsumen.
Dari pihak produsen: untuk meningkatkan keuntungan serta menjaga kesinambungan kehidupan perusahaan.
Dari pihak konsumen: untuk menyediakan berbagai benda pemuas kebutuhan.


Fungsi Produksi
a. Menyediakan kebutuhan masyarakat
b. Meningkatkan keuntungan
c. Sebagai alat pemuas kebutuhan


2. Distribusi
Distribusi adalah penyaluran atau penyampaian barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen.

Tujuan Distribusi
Adalah untuk menyampaikan barang atau jasa dari tempat produsen ke tempat pengguna atau pemakai.

Fungsi Distribusi
a. Memperlancar arus penyaluran barang dan jasa kepada konsumen.
b. Menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen.

Saluran Distribusi
a. Saluran distribusi barang konsumsi langsung ke konsumen tanpa melalui perantara.
b. Saluran distribusi hasil industry sebagai berikut:
Produsen agen distributor hasil industry pemakai hasil industry
Produsen agen pemakai hasil industry
Produsen distributor hasil industry pemakai hasil industry
Produsen pemakai hasil industry
c. Saluran distribusi hasil pertanian sebagai berikut:
Petani langsung ke pemakai
Petani tengkulak ke pemakai
Petani tengkulak grosir pedagang kecil pemakai
Petani pasar swalayan pemakai

3. Konsumsi
Konsumsi adalah tindakan menghabiskan atau mengurangi secara berangsur-angsur manfaat suatu barang dalam memenuhi kebutuhan untuk memelihara kelangsungan hidupnya.

Tujuan Konsumsi
a. Kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Fungsi Konsumsi
a. Menjaga kelangsungan hidup
b. Memenuhi semua kebutuhan yang dibutuhkan.


B. Kegiatan Ekonomi ini dilakukan oleh Pelaku Ekonomi yang terdiri dari:
1. Rumah Tangga Keluarga
Memiliki dua peran:
Pertama sebagai konsumen yaitu dengan membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kedua sebagai penyedia jasa factor produksi berupa: modal, tenaga kerja, tanah dan lain-lain.
2. Rumah Tangga Produsen atau Perusahaan
Berupa kesatuan yuridis dan ekonomis dari factor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atau memberi layanan kepada masyarakat. Di lihat dari kepemilikannya dibedakan menjadi BUMN dan BUMS. BUMN menekankan layanan kepada masyarakat tanpa bertujuan mencari laba. BUMN dan BUMS (Persero) hamper sebagian besar bertujuan mencari laba.
3. Pemerintah
Pemerintah sebagai pelaku ekonomi dapat dilihat dari kegiatan produksi dan konsumsi. Dari kegiatan produksi pemerintah memiliki andil dalam mengelola segala yang ada di alam ini. Dari kegiatan konsumsi adalah belanja keperluan Negara, perawatan harta Negara.
4. Masyarakat Luar Negeri
Berupa kerjasama yang baik antar Negara seperti:
a. Memperoleh pinjaman untuk pembangunan
b. Eksport hasil produksi
c. Pengiriman tenaga kerja
d. Berbagi perkembangan IPTEK
e. Import barang

C. Peran dan Pola Interaksi Pelaku Ekonomi
Yaitu berupa hubungan timbal balik antar pelaku ekonomi yang saling berkaitan satu sama lain. Berikut penggambarannya:
1. Rumah tangga keluarga membeli barang konsumsi atau jasa dari rumah tangga produsen.
2. Rumah tangga produsen atau prusahaan membutuhkan factor-faktor produksi dari rumah tangga keluarga.
3. Perusahaan atau masyarakat membayar pajak kepada pemerintah.
4. Pemerintah membangun sarana dan prasarana umum untuk semua pihak dengan menggunakan uang pajak.
5. Adanya eksport dan import.
Read more »

SEMANGAT ?

Saturday, January 19, 2013 0 comments

SEMANGAT
 ?


Semangat, itu kata yang sering aku dengar, bahkan sampai telingaku merasa bising dengan kata itu.
Semuanya mengucapkan kata itu…. Hmm mengucapkan… tapi
Apakah mereka tak sadar dengan kata itu, yang pada dasarnya bisa
Membuat dirinya terlihat pengecut seketika itu dengan gampangnya di lontarkan
Itu lah yang sering aku lihat dari apa yang pernah aku alami, kadang
Aku bertanya kepada diri ku apa yang di keluarkan oleh mulutnya
Adalah kata yang memberikan angin syurga atau hanya untuk
Membuat bara api yang nantinya akan membakar orang-orang disekelilingnya.
Kobaran-kobaran semangat yang membuat orang melihat dan
Mengdengarkannya menjadi merrinding, teriakan-teriakan histeris menjadi
Aroma yang menambah situasi menjadi terhantarkan. Sungguh luar biasa sekali,
Mungkin seketika orang melihat dengan kedipan matanya….. aku yakin mereka kompak
Mengatakan “Amaizing”.
Kasihan…… semua orang tertipu dengan semua itu, yah apa dikata memang itu yang sering
Ditampakannya, seperti sungai yang tampak tenang, tapi di balik ketenangannya itu menyimpan sesuatu yang setiap saat akan membunuh bagi yang mengikuti arusnya.
Ingin rasanya hatiku teriak
Masih ada kah semangat yang melekat di hati?
Masih ada kag semangat yang menghantui fikiran?
Masih ada kah semangat yang meringankan tubuhnya untuk bergerak?
Dan masih ada kah semangat yang membuat jiwanya gelisah?

December 17th 2012
By. ms



Read more »

Sisa Uang korupsi

0 comments
Sudah satu minggu lebih saya tidak bisa online karena modem Sierra 881U yang saya gunakan mendadak rusak. Akhirnya belakangan ini saya lebih sering mengoprek localhost sambil mengotak-atik script CakePHP untuk sebuah project situs yang sedang saya kerjakan. Saat sedang membuat tampilan situs di localhost, saya jadi teringat salah satu cara membuat Image Hover. Pada postingan kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai cara membuat Image hover menggunakan kode CSS untuk memperindah tampilan blog teman-teman.

Fungsi dasar hover adalah untuk merubah tampilan sebuah link pada saat link tersebut disentuh oleh cursor, teman-teman pasti sering melihatnya pada sebuah text link (anchor text), biasanya sebuah text link akan berubah warna pada saat link tersebut tersentuh oleh cursor. Image Hover memiliki fungsi yang sama yaitu merubah gambar pada saat gambar tersebut disentuh oleh cursor. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat contohnya dibawah ini:

DEMO:


Biasanya Image hover dibuat dengan menggunakan kode javascript agar perubahan gambar lebih halus, sayangnya terlalu banyak menggunakan javascript pada blog akan membuat loading blog kita menjadi lebih berat. Oleh sebab itu di bawah ini akan saya terangkan bagaimana cara membuat image hover dengan menambahkan sedikit kode CSS pada halaman edit HTML kita.

1. Buka halaman edit HTML blogger
Dashboard >> Layout >> edit HTML

2. Copy code CSS dibawah ini dan paste tepat di atas kode ]]></b:skin> pada halaman edit HTML blogger.
a.pic .image2{display:none}
a.pic:hover .image1 {display:none}
a.pic:hover .image2 {display:inline}

3. Klik "Save Template"

Sekarang, untuk menampilkan Image Hover kita memerlukan 2 buah image yang berbeda kemudian memanggil kode CSS tersebut dengan menambahkan class pada HTML image yang kita punya, silahkan lihat contoh kodenya dibawah ini:
<a class="pic" href="LINK YANG DITUJU"><img class="image1" src="URL IMAGE ASLI"/> <img class="image2" src="URL IMAGE HOVER"/></a>
Buat yang terbiasa dengan kode CSS bisa menambahkan beberapa kode CSS pada class image1 dan image2 agar tampilan hover lebih hidup seperti padding margin dan sebagainya, silahkan berkreasi sepuasnya :)
Read more »

WAKIL KEBENARAN KATANYA

0 comments
WAKIL KEBENARAN KATANYA

Bicara kebenaran itu mungkin udah lumrah dan banyak sekali mengatakan seperti itu
Tanpa hari mereka berbicara kebenaran
Sampai malam dijadikan siang dan siang dijadikan malam oleh nya
Mulut pun berbusa dengan pembicaran-pembicaran kebenaran
Orang-orang yang merasa dirinya sebagai wakil tuhan, mereka saling berebut dirinya yang paling benar, sampai-sampai orang awam menjadi tergelitik olehnya
Lucu sekali…… padahal kenyataannya tak ada perubahan yang membuat orang awam menjadi puas

Teriakan-teriakannya seolah-olah menjadi harapan yang menjanjikan
Goresan-goresan pena menjadi perjanjian di atas kertas
Yang selalu menjadi tipu muslihat dalam perjalanannya
Kesadaranya menjadi idiologi untuk menghancurkan orang-orang yang dianggapnya berbeda

Sadarkah orang-orang menunggu kepastian yang pasti !!!?
Sadarkah orang-orang muak dengan mulut berbusanya !!!?
Sadarkah ternyata orang-orang telinganya sudah lemah untuk mendengarkannya !!!?
Tapi kenyataanya orang yang merasa dirinya wakil kebenaran masih terus berbusa mulutnya.

December 29th 2012
By.ms
Read more »

Perjalanan Perkembangan Handphone Pintar Samsung

Thursday, January 17, 2013 0 comments

Sejarah Perkembangan Handphone Pintar Samsung

Samsung saat ini dikenal sebagai produsen handphone Android terbesar di dunia. Bahkan popularitas handphone Samsung pun mengalahkan Apple iPhone. Namun, perjalanan Samsung untuk menjadi produsen smartphone terbesar di dunia cukup lama.

Awal kesuksesan Samsung di dunia smartphone dimulai pada bulan 27 April 2009. Saat itu, Samsung meluncurkan handphone Android pertamanya, yakni Samsung i7500. Handphone ini menawarkan layar sentuh AMOLED berukuran 3.2 inci. OS yang digunakan pada handphone ini adalah OS Android Cupcake 1.5. Selanjutnya, keberhasilan Samsung dalam platform Android dimulai dengan peluncuran Samsung Galaxy S. Handphone ini diluncurkan oleh Samsung pada Maret 2010. Dan, tingkat penjualan handphone inipun cukup tinggi. Pada Januari 2011, Samsung berhasil menjual handphone ini sebanyak 10 juta unit.
Keberhasilan tersebut pun merembet pada suksesor dari Galaxy S. Di antaranya adalah Samsung Galaxy S II dan Samsung Galaxy S III. Tak hanya itu, beberapa handphone Galaxy lainnya pun memperoleh sambutan tinggi di pasaran. Di antaranya adalah Samsung Galaxy Mini, Samsung Galaxy Young serta Samsung Galaxy Note.
Sebenarnya, Samsung mengembangkan sebuah sistem operasi sendiri yang disebutnya sebagai OS Bada. Penamaan OS tersebut pun diambil oleh Samsung dari bahasa Korea yang memiliki arti lautan.
Pada April 2010, Samsung meluncurkan handphone pintar berbasis OS Bada pertamanya, yakni Samsung Wave S8500. Handphone ini menggunakan prosesor single core 1GHz dengan GPU PowerVR SGX 540. Pada bagian layar, handphone ini dilengkapi dengan layar Super AMOLED berukuran 3.3 inci serta kemampuan untuk merekam video HD 720p. Handphone inipun mampu terjual sebanyak 1 juta unit dalam empat minggu pertamanya.


Namun, seiring dengan tingkat penjualan yang kurang baik, Samsung akhirnya mengumumkan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pengembangan OS Bada. Merekapun beralih untuk mengembangkan handphone dengan OS Tizen yang menurut rencana akan diluncurkan pada tahun 2013. Selain itu, Samsung juga memiliki handphone pintar lainnya yang menggunakan OS Windows Phone 7. Dan, handphone Windows Phone pertama yang diluncurkan oleh Samsung adalah Samsung Omnia 7. Namun tingkat penjualan handphone ini masih belum bisa menyaingi tingkat penjualan Samsung Galaxy.
Read more »

Pakar Komunikasi

Saturday, January 12, 2013 0 comments

Modul 1 # Pengertian dan Fungsi Manajemen (Definition and Functions of Management)
A. Pengertian Manajemen (Definition of Management)
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Pendapat lain menjelaskan :
Manajemen : “keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association)
Manajemen : “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu”.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen UI)
Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”. (George R. Terry, Ph.D)
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,  manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
B. Filsafat Manajemen
Berbagai teori manajemen berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat idealisme (suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari segala sesuatu yang kita dapati didunia ini), filsafat ini diterapkan dalam manajemen marxis dan codetermination yang popular di Negara sosialis, jerman dan skandinavia.
filsafat realisme (dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah), filsafat ini beriringan dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. taylor.
Filsafat neo-thomisme ( kenyataan itu rasio, keadaan, dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi, segala sesuatu yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan) banyak dipraktikan oleh manajemen katholik yang merujuk pada bible
filsafat pragmatisme (pengalaman dan segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia, keberanaran dapat dilihat dari pendapat umum) yang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui opini public.
filsafat eksistensialisme (kenyataan adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu, kebenaran adalah pendapat yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang), peran manusia menjadi perhatian utama.
C. PRAKTIK MANAJEMEN
Aplikasi dari filsafat melahirkan beeberapa tahapan penerapan manajemen sebagaimana yang diungkapkan George R. Terry (2006:67) membagi tahapan praktik manajemen antara lain :
  1. Manajemen partisipasi
  2. Manajemen berdasarkan hasil (result management)
  3. Manajemen memperkaya pekerjaan (job enrichment),
  4. Manajemen prioritas produktifitas,
  5.  Manajemen berdasarkan kemungkinan (contingency management)
  6. Manajemen pemanfaatan konflik
Odiorne membagi praktek manajemen dengan beberapa tahapan :
  1. Manajemen memaksa (1920-an dan 1930-an)
  2. Manajemen mementingkan hubungan kemanusiaan (1940-an)
  3. Manajemen menggunakan tekanan (1950-an)
  4.  Manajemen menurut keadaan (1960-an)
Bennet Silalahi (2001:10) membagai praktik manajemen menjadi 5 tahapan antara lain :
  1. manajemen teknologis
  2. manajemen administratif
  3. manajemen sistem kemanusiaan
  4. manajemen ilmiah
  5. manajemen sasaran dan hasil

Read more »

Ahli Komunikasi

0 comments

PEMBAHASAN
KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI
Ada suatu keunggulan wirausaha yang sukses dibandingkan dengan wirausaha yang gagal atau bangkrut yang terletak pada dinamika dan efektivitas kepeminpinan.Peter F. Drucker points out those managers (business leaders) are the basic and scarcest resource of any business enterprise (Hersay & Blanchard, 1977: 83).Pada umumnya kegagalan itu disebabkan oleh kepeminpinan yang tidak efektif, mereka mampu memimpin karyawan, tidak bisa bekerja sama dengan orang lain atau mereka tidak bisa menguasai, mengendalikan diri sendiri.Seorang wirausaha yang baik adalah seorang pemimpin dalam bisnis, haruslah orang yang dapat menguasai dan mengembangkan diri sendiri, dan juga mampu menguasai diri sendiri, dan juga mampu menguasai serta mengarahkan dan mengembangkan para karyawannya.
a. Kepeminpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau pengikut. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau pembantu-pembantu yang mau bekerja sama dengan dia untuk memajukan perusahaan.
b. Kepeminpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu.
c. Kepemimpinan menyakut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan.
Untuk mempelajari kepemimpinan, ada tiga pendekatan utama yaitu:

1. Pendekatan Sifat-Sifat (Traits Approach)

Pendekatan psikologi ini untuk sebagian besar didasarkan atas pengakuan umum bahwa perilaku individu untuk sebagian ditentukan oleh struktur kepribadian (Oteng Sutisna, 1982: 24).Pendekatan sifat-sifat menyatakan bahwa terdapat sifat-sifat tertentu pada pemimpin antara lain: memiliki kekuatan fisik dan keramahan. Ada sifat kepribadian yang dapat dipandang berhubungan positif dengan prilaku pemimpin dan mempunyai korelasi tinggi ialah popularitas, keaslian, adaptabilitas, ambisi, ketekunan, status sosial, status ekonomi, mampu berkomunikasi.Dia mampu berkomunikasi dengan para relasi yang diharapkan dapat memasok barang, dan dia berkomunikasi mempengaruhi calon langganan.Selanjutnya ada sifat-sifat yang berkaitan positif dengan prilaku pemimpin tapi berkolerasi tidak terlalu tinggi seperti tanggung jawab, integritas, percaya diri, mobilitas, keterampilan sosial, sifat-sifat fisik, kelancaran pembicara.Meskipun dikalangan para ahli persyaratan pemimpin belum disepakati sepenuhnya namun ada sejumlah sifat-sifat kepribadian yang perlu dimiliki para memimpin (Andy Undap, 1983: 29).
1) Pendidikan umum yang luas
2) Kematangan mental
3) Sifat ingin tahu
4) Kemampuan analitis
5) Memiliki daya ingat yang kuat
6) Integrative. Seorang wirausaha harus memiliki kepribadian terpadu tidak terpecah-pecah yang membuat dia terombang-ambing.
7) Keterampilan berkomunikasi
8) Keterampilan mendidik. Seorang wirausaha harus mampu memberi petunjuk dan mendidik para karyawan dalam beberapa hal yang berhubungan dengan pekerjaan
9) Rasional dan objektif. Pemikiran-pemikiran, kesimpulan dan keputusan yang diambil oleh seorang wirausaha harus berlandaskan pada pemikiran-pemikiran sehat, rasional dan objektif, tidak pilih kasih dan tidak emosional
10) Pragmatisme. Keputusan-keputusan seorang wirausaha harus dibuat sesuai kemampuan dan sumber daya yang tersedia
11) Ada naluri prioritas. Berhubungan terbatasnya sumber daya yang tersedia maka seorang wirausaha harus mampu menetapkan skala prioritas apa yang harus dikerjakan lebih dulu
12) Pandai mengatur waktu. Seorang wirausaha harus mampu bertindak cepat dan tepat dan mempertimbangkan waktu secara efisien
13) Sifat keberanian
14) Kemampuan mendengar. Seorang wirausaha harus mampu menggali .informasi dan mendengar apa ide dan keinginan dari para karyawannya


2. Pendekatan Kepribadian (Behavioral Approach)

Perilaku pemimpin ini dapat berorientasi pada tugas atau pada hubungan antar karyawannya. Menurut teori ini kepemimpinan terdiri atas empat system yaitu:
a. Exploitative authoritative
b. Benevolent authoritative
c. Consultative
d. Participative
Sistem pertama bercirikan tidak ada kepercayaan kepada bawahan Sistem kedua ada sedikit kepercayaan pada bawahan tetapi hubungan seperti seorang tuan dengan budaknya hanya juga masih menggunakan ancaman dan hukuman dalam pelaksanaan tugas System ketiga berdasarkan kepercayaan kepada bawahan tetapi tidak penuh System keempat merupakan system yang ideal
ada kepercayaan tetapi tidak penuh


3. Sebab-Sebab Munculnya Pemimpin

Ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana munculnya pemimpin: (Kartini Kartono, 1983: 29)
1) Teori genetic
Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak lahir dan tidak dapat dibuat.
2) Teori Sosial
Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan dididik dan dibentuk agar dia menjadi pemimpin yang hebat dikemudian hari.
3) Teori Ekologis atau Sintesis
Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin.

4) Sifat-Sifat Pemimpin

Ordway Tead mengemukakan 10 sifat kepemimpinan sebagai berikut: (Kartini Kartono, 1983: 37).
a.  Energi Jasmaniah dan MentalSeorang pemimpin memiliki daya tahan keuletan, kekuatan yang luar biasa seperti tidak akan pernah habis.
b. Kesadaran Akan tujuan dan RahIa memiliki keyakinan teguh akan kebenaran dan kegunaan dalam mencapai tujuan terarah.
c. AntusiasmeDia yakin bahwa tujuan yang hendak dicapai akan memberikan harapan menimbulkan kasih sayang, simpati yang tulus, diikuti dengan kesediaan berkorban untuk mencapai kesuksesan perusahaan.
d. Keramahan dan KecintaanSifat ramah mempunyai kebaikan dalam mempengaruhi orang lain sehingga menimbulkan kasih saying, simpati yang tulus, diikuti dengan kesediaan berkorban untuk mencapai kesuksesan perusahaan.
e. IntegritasSeorang pemimpin mempunyai perasaan sejiwa dan senasib sepernanggungan dengan para karyawannya dalam menjalankan perusahaan.
f. Penguasaan TeknisAgar pemimpin mempunyai wibawa terhadap bawahan maka dia harus menguasai sesuatu pengetahuan atau keterampilan teknis.
g. Ketegasan dalam mengambil keputusan (Decisiveness)
h. KecerdasanSeorang pemimpin harus mampu melihat dan memahami sebab dan akibat dari suatu gejala, cepat menemukan jalan keluar dan mengatasi kesulitan dengan cara efektif.
i.  Keterampilan Mengajar (Teaching Skill)Seorang pemimpin atau wirausaha adalah seorang guru yang mampu mendidik, mengarahkan, memotivasi karyawannya untuk berbuat sesuatu yang menguntungkan perusahaan.
j. Kepercayaan (Faith)Kepercayaan bawahan ini akan memunculkan sikap rela berjuang, melaksanakan semua perintah, disiplin dalam bekerja untuk menjalankan roda perusahaan.
Dalam hal ini memberikan perintah, maka seorang pemimpin harus menyampaikan perintah secara jelas baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Perintah yang samara-samar akan membingungkan orang yang diberi perintah.Seandainya pemimpin mengamati gejala-gejala yang kurang sehat dalam perusahaan atau memperoleh imformasi tentang isu-isu yang berkembang antar karyawan maka pemimpin harus cepat mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang layak dipercaya.

5) Tipe Kepemimpinan

a. Tipe kharismatis Pemimpin kharismatik merupakan kekuatan energi, daya tarik yang luar biasa yang akan dikuti oleh para pengikutnya.
b. Tipe paternalistis dan maternalistis Tipe paternalistis bersifat melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau sebagai seorang ibu yang penuh kasih saying.
c.  Tipe militeristis Tipe meliteristis banyak menggunakan system perintah, system komando dari atasan ke bawahan sifatnya keras sangat otoriter, menghendaki agar bawahan agar selalu patuh, penuh acara formalitas.
d. Tipe otokratis Tipe otokratis berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi.
e.  Tipe laissez faire Tipe laissez faire ini membiarkan bawahan berbuat semaunya sendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan.
f.  Tipe populistis Tipe populistis ini mampu menjadi pemimpin rakyat.
g. Tipe administrative Pemimpin tipe administrative ialah pemimpin yang mampu   menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif.
h. Tipe demokratis Tipe kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada pengikutnya.

6) Keterampilan Kepemimpinan (Leadership Skills)

a. Technical skills
Technical skills berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Maksudnya dapat melakukan pekerjaan tersebut adalah agar dia mampu melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.

b. Human skills
Human skills berarti kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang-orang lain.

c. Conceptual skills (Keith Davis, 1981: 127)
Keterampilan konsep berarti seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model kerangka kerja dan konsep-konsep lain dalam memudahkan pekerjaan.

1) Technical skills seperti :
Menulis, ini diperlukan untuk mencatat apa yang perlu dicatat, dan dijadikan dokumen perusahaan yang mungkin diperlukan dilain kesempatan, tahun depan misalnya.Komunikasi lisan, jelas sangat penting buat bicara, meyakinkan, negosiasi dengan pihak lain dan menjalin networking Menguasai lingkungan, baik lingkungan internal perusahaan seperti dengan karyawan maupun lingkungan eksternal dengan pihak pemasok, saingan, lingkungan sekitar lokasi perusahaan. Teknologi ini mencakup berbagai teknologi, untuk keperluan proses produksi, teknologi komunikasi, computer, peralatan kantor dan sebagainya. Hubungan antar manusia, harus dijalin hubungan harmonis dengan seluruh lapisan karyawan dan dengan pihak luar perusahaan. Listening, seorang wirausaha harus mau mendengar dan mampu menterjemahkan apa yang didengar baik dari karyawan maupun dari pihak luar Mampu menyusun organisasi Membangun jaringan kerja (networking) Membimbing, seorang wirausaha harus mampu Membimbing karyawan agar dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki, jika perlu sanggup memberi contoh. Membangun tim, ini diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan percepatan pencapaian tujuan organisasi

2) Business Managemen Skill;
Merencanakan, seorang wirausaha mampu membuat rencana baik global maupun detail.Membuat keputusan Human relations, harus sopan, supel, penuh etika berhubungan dengan orang lain.Marketing, mengetahui pasar sasaran, strategi marketing yang tepat untuk mencapai target market yang telah ditetapkan serta mampu mencari / mengumpulkan informasi sebagai bahan pengambilan keputusanFinance memiliki keterampilan mencari sumber modal jangka panjang ataupun jangka pendek, mampu membuat ramalan keberhasilan inventasi dengan melihat peluang-peluang yang ada ataupun menciptakan peluang baru Accounting memiliki keterampilan mencatat, membaca penerimaan dan pengeluaran keuangan, menghitung efisiensi dan sebagainya. Control, mampu mengawasi segala kegiatan dalam bisnis, baik dalam bidang keuangan, kegiatan karyawan dalam pekerjaan sehari-hari Negotiation, memiliki keterampilan berunding rapat, tawar menawar, lobi, shingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bisnisnya Managing growth, pada saat pertumbuhan bisnis, harus mampu memimpin perkembangan bisnis menciptakan taktik dan strategi jitu menuju perkembangan yang flexible sehingga tidak salah arah yang mengakibatkan kerugian.

3) Personal Entrepreneurial Skills
Disiplin, tetap berpijak pada landasan disiplin, tidak lupa daratan tidak lengah. Mengambil resiko, terampil meramal resiko dan antisipasi. Inovasi, memiliki keterampilan menggunakan hasil – hasil penelitian, hasil penemuan baru dalam berbagai bidang bisnis, organisasi, financial, operasional dan sebagainya. Tepat dalam pekerjaan, mampu memberi contoh bagaimana bekerja yang baik, bagaimana cara melakukan pekerjaan dsb.Visionary leader memiliki pandangan jauh ke depan tentang bisnisnya, tidak terpukau dengan keuntungan sekarang ini, tapi mampu menjangkau masa depan.

7) Power

Power atau kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Ada perbedaan antara power dan authority. Authority adalah kekuasaan yang diberikan oleh pimpinan tertinggi kepada seseorang sedangkan power adalah kekuasaan yang dimiliki oleh pimpinan tang didasarakan kepada kepribadian, kegiatan dan situasi. Kita mengenal pula istilah politik. Politik adalah berhubungan dengan cara bagaimana seorang pemimpin memperoleh kekuasaan ( Power ).

Ada beberapa tipe kekuasaan :
1. Personal Power
2. Legitimate Power
3. Expert Power
4. Political Power ( Keith Davis, 1981 : 132 )

- Personal Power juga disebut referent power atau charismatic power yaitu power yang melekat pada pribadi pemimpin.
- Legitimate Power adalah kekuasaan yang datang karena pengangkatan institusi yang lebih tinggi seorang kepala bagian pada sebuah perusahaan secara syah diangkat oleh surat keputusan pimpinan perusahaan.
- Expert Power adalah kekuasaan yang di peroleh oleh pemimpin karena dia mempunyai pengetahuan dan keistimewaan tertentu
- Political Power berasal dari penunjukan kelompok

8) Power Dalam Hubungan Bisnis

1. Coercive power (kekuasaan memaksa)
Kekuasaan ini digunakan oleh produsen untuk memaksa distributor atau perantara agar bekerja sama dengan baik.

2. Reward power (kekuasaan penghargaan)
Dalam hubungan ini ada penghargaan yang diberikan kepada para perantara ataupun karyawan oleh pihak pimpinan

3. Legitimate power (kekuasaan sah)
Dalam hal ini ada semacam kontrak formal yang diikuti oleh perantara atau distributor

4. Expert Power (kekuasaan ahli)
Dalam hal ini pimpinan atau produsen memiliki keahlian tertentu yang diakui atau disegani oleh pihak lain.

5. Referent power (kekuasaan referent)
Dalam hal ini produsen sangat dihormati oleh perantara dan perantara
Dalam rangka hubungan bisnis seringkali digunakan pendorong yang positif untuk mengajak orang mau bekerja sama seperti memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi kepada perantara, memberikan hadiah, memberikan fasilitas promosi, membantu penataan barang (display) dan kontes penjualan.


9) Fokus Kepemimpinan

Pimpinan puncak berada pada hierarki paling tinggi pada sebuah organisasi. Pemimpin yang baik ialah pemimpin tiga arah ia berusaha memimpin ke atas (lead up, yaitu mempengaruhi pemimpinnya dan meringankan beban atas. Dia juga memimpin ke samping lead across, yaitu membantu kolegannya untuk mencapai hal produktif, dan memperoleh rasa saling hormat. Lead down, yaitu membantu anak buah untuk menggali potensinya menjadi contoh peran yang kuat dan membantu orang lain untuk bergabung demi meraih tujuan yang lebih tinggi dalam hal ini tugas pemimpin tidak terbatas pada memimipin anak buah, tapi juga ke samping dan ke atas
Pemimpin yang tidak baik akan bermain peran yang menguntungkan diri sendiri, dengan cara menginjak ke bawah, menyikut ke samping dan menjilat ke atas.

Seorang pemimpin yang baik tidak akan berkompetisi dengan kolegannya melainkan bekerja sama hindarkan politik kotor isu murahan, tapi gunakan diplomatis, munculkan ide-ide cemerlang dan hargai teman. Pemimpin yang berhasil akan selalu mengedepankan kerjasama dalam satu tim, bukan semuanya dikerjakan sendiri, atau semua bergantung kepada pemimpin, tidak ada delegasi wewenang bagi bawahan (one man show). Zimmerer menyatakan pemimpin yang baik “building a top management team, not a “one person” show. Sifat dan perilaku seorang pemimpin akan mempengaruhi budaya organisasi dan iklim organisasi itu sendiri. Inilah yang diungkapan oleh Jhon Maxwell. Pemimpin yang efektif di bagian tengah akan memiliki kemungkinan suksesnya lebih besar bila ia dipromosikan ke tingkat lebih tinggi, karena dia sudah lebih dekat dengan bawahannya, serta di terima baik oleh koleganya.































T U G A S

MAKALAH
DASAR - DASAR MANAJEMEN




                      
                                                                                                                       




DISUSUN OLEH :
HAMDAN
NOVIAR SAFARI
HAERUDIN INAS









ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS SUBANG
2010

Read more »
SN PRODUCTION

Berita Hukum dan Kriminal

HUKUM

Berita Sosial

SOSIAL

Labels

Artikel (121) BISNIS (2) BUDAYA (6) EKONOMI (5) Favourite (2) HUKUM (25) Jadwal Bola Ter Up date (1) KESEHATAN (4) Klasemen Bola (2) Kumpulan Film (30) OLARAGA (52) PENDIDIKAN (8) POLITIK (41) RAGAM (8) Selebritis (3) SOFTWARE (2) SOSIAL (7) story (2) TEKNOLOGI (3) TV Online (4)

Baca Juga Ini

Labels

SERBA-SERBI

RAGAM

Berita Bola

OLARAGA

Berita Politik

POLITIK

Berita Bisnis

BISNIS

Info Bola

Recent Post

Random Post

INFO LAINNYA

Motor GP

Motor GP

Tiket Pesawat

Powered by Blogger.

Popular Posts

About Me

About Us

make
just make a gif here