"SBY menjilat ludah sendiri. Menteri tidak boleh berpolitik tapi dia berbuat sendiri," kata dia kepada Okezone, Jumat (29/3/2013).
Kata dia, SBY yang juga presiden sudah mendapat hujatan saat sibuk mengurus Partai Demokrat beberapa waktu terakhir. Hujatan itu akan semakin besar, jika dia dipilih menjadi ketua umum. Menurutnya, jika SBY jadi ketua umum, justru akan membawa dampak buruk bagi Demokrat dan tentunya rakyat. "Tidak ada plusnya, yang ada minus saja," ungkapnya.
Kerugian pertama bila SBY menjadi Ketum Demokrat, kata Iberamsjah, adalah kemunduran demokrasi. Partai Demokrat gagal menjadi partai besar. "Seharusnya SBY tidak ikut campur tangan di Demokrat. Dia harusnya konsen pada pemerintahan untuk mensejahterakan bangsa, bukan mengurus partai lagi," ungkapnya.
Kedua, menerima jabatan ketua umum sama saja menghina SBY. Masyarakat akan melihat jika SBY hanya cocok memimpin partai saja bukan jadi presiden. "Kelas, kualitas dan kapabilitas SBY hanya cocok jadi pemimpin partai saja," terangnya.
Ketiga, jabatan ketua umum akan menjerumuskan SBY ke jurang kegagalan. Dia akan gagal jadi pemimpin bangsa dan pemimpin Demokrat. Gagal memimpin bangsa karena konsentrasinya akan terpecah dengan partai berlambang bintang Mercy itu. Sementara itu, peluang untuk membangkitkan Partai Demokrat pada Pemilu 2014 juga sangat tipis.
"Demokrat itu sangat sulit untuk bangkit siapapun pemimpinnya. Seharusnya SBY tancap gas memimpin negara," cetus dia.
Seharusnya, kata dia, Demokrat melakukan regenerasi kepemimpinan. Walaupun akan terasa pahit di awal, tapi masyarakat akan melihat dan percaya Partai Demokrat akan bengkit. "Dorong salah satu kader, siapa saja. Masyarakat akan melihat Demokrat bangkit," pungkasnya.
Sementara itu, Politikus Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika meyakini konsentrasi SBY mengurus negara tidak akan terpecah hanya karena memimpin Partai Demokrat. Karena, dalam oraganisasi itu sistem yang bekerja.

"Enggak akan terpecah. Oraganisasi yang sehat itu membangun sistem yang sehat. Jadi nanti yang bekerja itu sistem," kata dia.
Jika memang terpilih memimpin Demokrat, ujarnya, SBY hanya akan mengambil kebijakan strategis. Sementara, untuk tugas teknis akan dikerjakan oleh pengurus yang akan dibentuk. "Kan ada wakil ketua umum, ada ketua harian, mereka yang mengerjakan tugas teknis," terangnya.
Dia mengaku heran, kenapa saat SBY disebu-sebut bakal jadi ketua umum banyak yang tidak suka. Padahal, menurutnya, saat Megawati menjadi presiden juga merangkap jadi ketua umum PDIP. Begitu juga dengan Jusuf Kalla, saat menjabat sebagai wakil presiden juga jadi ketua umum Partai Golkar.



0 comments:
Post a Comment